SEMARANG (Jatengdaily.com) – Cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) mengajak warga Nahdliyyin untuk berhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
‘’Kalau terjadi perbedaan atau masalah apapun di NU mulai dari PBNU, Wilayah, Cabang sampai Ranting anak Ranting diselesaikan dengan baik jangan sampai mengorbankan jam’iyyah atau organisasi. Ingat akhlak yang diajarkan para pendiri NU,’’ tegasnya.
Gus Fahmi mengatakan hal itu saat menyampaikan tausiah halalbihalal Keluarga Besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang di auditorium Kantor PCNU jalan Puspogiwang I no.47 Semarang, Kamis (2/4).
Halalbihalal dihadiri Wakil Ketua PWNU Jateng KH Kholison, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua PCNU Dr KH Anasom M.Hum,Mustasyar Dr KH Moeslikhan, para Ketua Badan Otonom (Banom) Lembaga dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan se-Kota Semarang.
Gus Fahmi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim mengutip kata-kata Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari yang sangat populer “Sapa kang gelem ngurusi/ngerumat NU, tak anggep santriku. Sapa kang dadi santriku, tak dongakna husnul khatimah sak dzurriyate (Siapa yang mau ngurusi NU akan dianggap sebagai santriku dan siapa yang jadi santriku kudoakan husnul khatimah sekeluaraganya)”.
Kegaduhan
Tentang kegaduhan yang terjadi di PBNU belum lama ini, Gus Fahmi mencontohkan zaman KH Hasyim Asy’ari juga pernah terjadi perbedaan pendapat soal kentongan, soal 1 Syawal dan lain-lain. Tetapi perbedaan teersebut berhasil diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kerusakan organisasi.
‘’Kalau sudah berbeda itu jangan dipaksakan sama, sebaliknya kalua yang sudah sama jangan dipaksa berbda,’’ katanya disambut tepuk tangan.
Dia mengajak warga Nahdliyyin terutama para pengurus untuk focus pada pekerjaan ngerumati Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bidang Kesehatan, Pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan umat. Yang tidak penting-penting khilafiyah furuiyyah tinggalkan. Dia menyampaikan selamat kepada pengurus NU Kota Semarang yang dinilai telah melaksanakan tugas ngerumati jam’iyyah dengan baik.
Wakil Wali Kota Ir H Iswar Aminuddin MT menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif warga NU dalam semua sector pembangunan di Kota Semarang.
Pembangunan Kantor PCNU menjadi megah menjadi lima lantai antara lain berasal dari urunan warga NU dan bantuan hibah pemerintah mulai Wali Kota H Hendrar Prihadi, Ibu Hevearita Gunaryanti Rahayu dan diresmikan Ibu Agustina Wilujeng.
Gus Fahmi pada kesempatan itu mengi-ijazahkan wiris istighatsah KHM Hasyim Ay’ari agar diamalkan dalam bebagai kegiatan NU.
Selama di Semarang Gus Fahmi juga melakukan halalbihalal dengan keluarga besar Alumni Santri Pondok Pesantren Tebuireng (Ikapette) Jombang. St


