PNJ Kampus Demak Bekali Warga Berahan Kulon Rawat Mesin Perahu, Dorong Wisata Bahari Berbasis Masyarakat

3 Min Read
Tim PNJ Kampus Demak berfoto bersama peserta pelatihan perawatan mesin perahu wisata sekaligus pendampingan pengelolaan desa wisata berbasis Community-Based Tourism (CBT) di desa Berahan Kulon Wedung. Foto : Humas PNJ Kampus Demak

DEMAK (Jatengdaily.com)– Keselamatan wisata bahari menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan desa wisata. Berangkat dari hal tersebut, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) PSDKU Kabupaten Demak melalui tim pengabdian kepada masyarakat menggelar pelatihan perawatan mesin perahu wisata sekaligus pendampingan pengelolaan desa wisata berbasis Community-Based Tourism (CBT) di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang diketuai Edy Ismail bersama anggota Besya Salsabilla Azani Arif dan Rahmi Fadhella serta dilaksanakan pada 7 Juli 2026 itu menyasar masyarakat pesisir yang selama ini terlibat dalam aktivitas wisata bahari. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan warga dalam merawat mesin perahu agar tetap prima, sehingga mampu mendukung keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek perawatan mesin, mulai dari pemeriksaan bahan bakar, penggantian oli, pengecekan sistem kelistrikan, hingga jadwal servis berkala. Tak hanya itu, tim juga mengajarkan teknik pembilasan perahu menggunakan air tawar setelah digunakan melaut serta pembersihan lambung kapal dari teritip dan ganggang yang dapat memengaruhi performa perahu,” kata Edy Ismail, Jumat (17/07/2026).

Komponen vital seperti busi, filter bahan bakar, hingga impeller kapal juga menjadi fokus pelatihan. Masyarakat diajak memahami cara melakukan inspeksi sekaligus perawatan sederhana agar kerusakan dapat dicegah sejak dini. Dengan perawatan yang tepat, usia pakai mesin diharapkan lebih panjang dan operasional wisata bahari dapat berjalan lebih aman.

Selain materi teknis, tim pengabdian PNJ turut memberikan pendampingan mengenai konsep Community-Based Tourism (CBT). Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi wisata di desanya, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan segelintir pihak, tetapi dapat dinikmati secara lebih merata.

Berahan Kulon sendiri memiliki beragam potensi wisata yang terus dikembangkan, mulai dari wisata mangrove, susur pantai, hingga wisata budaya masyarakat pesisir. Pengelolaan berbasis masyarakat diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir sesuai arahan Kepala Desa Berahan Kulon, Imah.

Sekretaris PNJ Kampus Demak, Mulyo Utomo, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan pendidikan dan penelitian dengan kebutuhan masyarakat. “Kegiatan pengabdian masyarakat internal PNJ ini merupakan bentuk implementasi pendidikan, penelitian dosen dan mahasiswa kepada masyarakat sehingga potensi desa wisata dan keberlanjutan wisata bahari juga harus dijaga agar masyarakat memperoleh manfaat jangka panjang,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, PNJ Kampus Demak berharap masyarakat Berahan Kulon semakin siap mengembangkan wisata bahari yang aman, berkelanjutan, dan berdaya saing. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi desa wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga pesisir secara berkelanjutan. rie-she

Share This Article