By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: RSI Sultan Agung Gelar Pelatihan Internasional Pemanenan Stem Cell
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

RSI Sultan Agung Gelar Pelatihan Internasional Pemanenan Stem Cell

Jatengdaily.com
Published: 18 Oktober 2026 19:22
Share
SHARE
SEMARANG (Jatengdaily.com)– Bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) RSI Sultan Agung Semarang bekerja sama dengan Pramita Lab Group dan Kiwiclinic menggelar pelatihan privat internasional harvesting stem cell pada 17–18 Februari.
Kegiatan berstandar internasional ini menjadi sarana sosialisasi dan pendalaman konsep Auto Haemotherapy and Cell Unit Research (AHT-CURE), sebuah gagasan presisi medis yang diinisiasi oleh Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua sejak tiga tahun lalu di Mawar Beauty Care, Cijantung, bersama para profesor dan Kepala Kesehatan Kopassus saat itu, Kolonel Ckm dr. Oedjang Setijawan, M.Si., Med., Sp.B.
Sejak awal dicetuskan, metode tersebut terus berkembang mencakup spektrum terapi regeneratif yang luas, mulai dari Platelet-Rich Plasma (PRP), eksosom, sekretom, hingga Mesenchymal Stem Cell (MSC) berbasis Stromal Vascular Fraction (SVF) dari aspirasi liposuksi dengan anestesi lokal maupun Bone Marrow Aspiration atau aspirasi sumsum tulang.
Pelatihan ini mencakup tiga metode utama pengambilan sel punca, yakni Peripheral Blood Stem Cell, SVF dari liposuksi lokal, dan Bone Marrow Stem Cell.
Penyelenggaraan pelatihan tersebut bukan untuk mempertentangkan berbagai kepentingan dalam dunia medis, melainkan mempertemukan dan menempatkan secara tepat peran Point of Care (PoC) dan industrialisasi obat.
Dalam pelayanan klinis, pendekatan PoC digunakan untuk tindakan langsung berbasis autologus, yakni memanfaatkan sel yang berasal dari pasien sendiri, di rumah sakit atau klinik utama yang memenuhi persyaratan penelitian dan regulasi Kementerian Kesehatan.
Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas, efisiensi waktu, dan kepraktisan dalam pelaksanaan tindakan medis.
Sementara itu, industrialisasi obat berstandar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di bawah pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diperlukan ketika produk biologi atau sel punca membutuhkan produksi dalam jumlah besar, distribusi lintas fasilitas kesehatan, serta pembakuan produk sesuai standar industri.
Pendekatan ini dapat mencakup produk alogenik atau allogeneic, yakni yang berasal dari donor, maupun produk dengan konsentrasi tinggi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui pemahaman terhadap kedua ranah tersebut, dokter diharapkan dapat memberikan pelayanan yang presisi dan efisien sesuai kebutuhan klinis, sekaligus memperhatikan aspek keselamatan pasien serta ketentuan hukum yang berlaku.
Pelatihan eksklusif ini menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai negara, yakni DR. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua dari Indonesia, Dr. Jaswin, MBBS, M.Sc., CosMed. dari India, serta Dr. Moizza Samy, FCPS, seorang dermatolog dari Pakistan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan pembicara tamu, dr. Dadan Sofian, Sp.KFR, M.Kes, AIFO-K, FIPM, CIPS, COMSK, RMSK. Ia hadir untuk berdiskusi mengenai peta pengembangan terapi autologus di Indonesia serta pengembangan kompetensi teknis yang dapat dijangkau oleh berbagai dokter spesialis maupun dokter umum.
Untuk memfasilitasi kebutuhan dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, RSI Sultan Agung Semarang juga membuka ruang konsultasi dan pelatihan privat secara berkelanjutan.
Dokter, tenaga kesehatan, serta pengelola rumah sakit dan klinik utama yang ingin mendalami teknik harvesting stem cell maupun mengembangkan laboratorium berkonsep PoC sesuai perizinan Kementerian Kesehatan hingga laboratorium berstandar CPOB di bawah ketentuan BPOM dapat berdiskusi langsung dengan Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, yang juga menjabat Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang.
Manager Humas RSI Sultan Agung Semarang, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program pelatihan dan pendidikan, fungsi kehumasan, hingga kegiatan bakti sosial di RSI Sultan Agung berada di bawah koordinasi Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, Humas, dan Bakti Sosial, dr. Kinanti Narulita, Sp.An-KPTI, FISQua.
Menurutnya, pengorganisasian tersebut bertujuan memastikan setiap kegiatan memiliki standar akademis yang baik, memberikan dampak sosial positif, serta terlaksana secara terkoordinasi.
Langkah strategis ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) yang diketuai Prof. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H. Yayasan berkomitmen mengembangkan terapi tingkat lanjut (advanced therapy) serta produk biologi terstandar secara bertahap.
Dengan akreditasi Diklat Tipe A berstandar internasional dari Kementerian Kesehatan RI, Diklat RSI Sultan Agung Semarang berupaya terus meningkatkan mutu pelatihan melalui pemanfaatan peralatan berstandar tinggi dan dukungan jaringan Pramita Laboratorium di berbagai wilayah Indonesia. she

You Might Also Like

9 Provinsi Prioritas Penanganan COVID-19, Termasuk Jateng
Wagub Lampung Puji Pendidikan SMKN Jateng Sesuai Kebutuhan
Dekan Psikologi Undip Profesor Dian Ratna Sawitri menangkan Griffith Health’s 2023 Outstanding International Alumnus Award
Piala Presiden 2022 Berlangsung Mulai 11 Juni, Penonton Boleh Hadir di Stadion dengan Kapasitas 75%
Gandeng Pakar Dunia, Untag Semarang Dorong Teknologi AI untuk Amankan Pasokan Air di Jawa Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?