SEMARANG (Jatengdaily.com)- Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang menggelar Health Talkshow bertajuk Future of Complementary Islamic Medicine pada hari Senin, 5 Januari 2026.
Talkshow ini sebagai upaya membahas arah dan peluang pengembangan layanan kesehatan berbasis Islam hingga ke tingkat global.
Hadir sejumlah narasumber nasional dan internasional di bidang kedokteran dan kesehatan dalam kesempatan ini.
Diantaranya Dr. Kemal Aydin, ahli gerontologi dan geriatri asal Turki, Dr. dr. Eko Setiawan, Sp.B, dokter spesialis bedah RSI Sultan Agung, Dr. dr. Susilorini, M.Si.Med., Sp.PA, Kepala Clinical Unit Research, dan moderator dr. Mohamad Arif, Sp.PD.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B menegaskan bahwa penyelenggaraan Health Talkshow ini merupakan bagian dari komitmen RSI Sultan Agung Semarang sebagai Global Islamic Teaching Hospital yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu kedokteran modern.
Ia menjelaskan, konsep Islamic Complementary Medicine yang diusung tidak hanya berorientasi pada pengobatan fisik, tetapi juga menempatkan aspek spiritual, lingkungan, dan energi sebagai satu kesatuan dalam menjaga kesehatan manusia.
Menurutnya, pendekatan holistik tersebut sejalan dengan warisan pemikiran Ibnu Sina yang memandang manusia secara utuh, jauh sebelum konsep pengobatan holistik dikenal luas.
Melalui forum ini, RSI Sultan Agung Semarang ingin menghidupkan kembali semangat keilmuan Ibnu Sina dalam konteks kekinian, termasuk pengembangan layanan kesehatan berbasis regenerasi, pencegahan, serta pemanfaatan teknologi medis yang selaras dengan nilai spiritual.
“Kami ingin membawa Islamic Complementary Medicine ke level global, bukan sebagai wacana, tetapi sebagai gerakan ilmiah yang terkoordinasi,” ujar dr. Agus Ujianto.
Ia berharap kehadiran narasumber internasional seperti Dr. Kemal Aydin dapat menjadi jembatan kolaborasi antar dokter dan ilmuwan Muslim dari berbagai negara, sekaligus memperkuat posisi RSI Sultan Agung sebagai pusat pengembangan Advanced Islamic Medicine yang berdaya saing internasional.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Dr. dr. Susilorini, M.Si.Med., Sp.PA, Kepala Clinical Unit Research RSI Sultan Agung Semarang. Ia menekankan bahwa pengembangan Islamic Complementary Medicine harus berpijak pada riset ilmiah yang mengintegrasikan nilai Islam dan sains modern.
Menurutnya, konsep kesehatan dalam Islam menempatkan keseimbangan jasmani, jiwa, dan ruh sebagai satu kesatuan, sejalan dengan pendekatan ilmiah tentang peran mikrobiome dalam menjaga kesehatan tubuh.
Melalui penguatan riset klinis, RSI Sultan Agung mengembangkan Strategic Unit for Advanced Healthy Aging and Nurture (SULTAN) sebagai pusat layanan dan penelitian kesehatan holistik dan regeneratif.
“Kesehatan sejati adalah tercapainya keseimbangan tubuh, jiwa, dan ruh,” ujarnya singkat.
Ia berharap riset ini dapat memperkuat posisi Islamic Complementary Medicine sebagai pendekatan kesehatan yang ilmiah dan berdaya saing global.
Sebagai penutup acara, Dr. Kemal Aydin, ahli gerontologi dan geriatri asal Turki, memaparkan materi mengenai International Longevity Cities Initiative (ILCI) sebagai respons atas tantangan global penuaan penduduk. Ia menjelaskan bahwa dunia tengah menghadapi peningkatan signifikan populasi lanjut usia, sehingga diperlukan strategi kesehatan yang tidak hanya memperpanjang usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup (healthspan).
Melalui ILCI, Dr. Kemal mendorong pengembangan kota ramah lansia yang berfokus pada layanan kesehatan preventif, perencanaan kota berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta pengambilan kebijakan berbasis data. Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional antara pemerintah, institusi kesehatan, akademisi, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung hidup sehat dan bermakna hingga usia lanjut.
Paparan tersebut dinilai sejalan dengan visi RSI Sultan Agung Semarang dalam mengembangkan layanan Islamic Complementary Medicine yang holistik, berkelanjutan, dan berorientasi global. she
0



