By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: RSI Sultan Agung Semarang Gaet Iran untuk Modernisasi Alat Kesehatan dan Teknologi Medis
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

RSI Sultan Agung Semarang Gaet Iran untuk Modernisasi Alat Kesehatan dan Teknologi Medis

Jatengdaily.com
Published: 5 November 2026 06:03
Share
RSI Sultan Agung Semarang gaet Iran untuk modernisasi alat kesehatan dan teknologi medis. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — RSI Sultan Agung (RSISA) Semarang terus memperkuat langkah menuju internasionalisasi layanan kesehatan. Melalui jajaran manajemen dan tim riset, RSISA menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Preparing Internasionalisasi RSI Sultan Agung Semarang” sekaligus menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan bersama delegasi Indonesia-Iran Trade Center (IITC).

Contents
Kembangkan Personalized Medicine Berbasis NutrisiMoU Tiga Bahasa Perkuat Kerja Sama Bilateral

Kegiatan tersebut diikuti jajaran direksi, manajer, dosen, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran. Pelaksanaannya didukung Bagian Diklat Internasional RSISA di bawah arahan Manajer dr. Galih Pambayun, MPH., bersama Manajer Humas RSI Sultan Agung Semarang, Sri Wahyuni.

Direktur Utama RSISA, Dr. dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, menjelaskan bahwa internasionalisasi sektor kesehatan saat ini dapat diawali melalui inisiasi kerja sama bisnis atau business-to-business (B2B). Menurutnya, aspek ekonomi dan pengadaan alat kesehatan modern menjadi salah satu pintu masuk penting dalam membangun kerja sama bilateral yang efektif.

“Dahulu, pengiriman dokter atau diaspora untuk belajar ke luar negeri kerap menghadapi kendala resistensi dan proses penyesuaian yang cukup lama saat kembali. Sekarang, negara-negara maju seperti Iran, Tiongkok, maupun negara-negara Eropa memilih menghadirkan teknologinya terlebih dahulu. Alat dan teknologi canggih masuk disertai tenaga ahli untuk melakukan alih pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill),” ujar Dr. Agus.

Ia mencontohkan penerapan teknologi robotic surgery Sina asal Iran yang telah memfasilitasi operasi jarak jauh (wireless robot) antara RS Sardjito Yogyakarta dan RS Hasan Sadikin Bandung.

RSISA juga membidik penerapan teknologi medis mutakhir lainnya, seperti cryosurgery untuk terapi kanker. Pengadaan teknologi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga medis melalui pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri.

Menanggapi anggapan bahwa kerja sama semacam ini hanya menguntungkan pihak vendor, Dr. Agus menegaskan bahwa adopsi teknologi dan modernisasi layanan kesehatan membutuhkan hubungan bisnis yang harmonis serta profesional melalui skema B2B.

Dengan dorongan pemutakhiran dari Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., RSISA juga dijadwalkan memperluas kemitraan dengan sejumlah vendor teknologi kesehatan terkemuka asal Tiongkok.

Kembangkan Personalized Medicine Berbasis Nutrisi

Setelah pertemuan dengan IITC, RSISA bergerak cepat menyiapkan konsep layanan personalized medicine berbasis nutrisi dan gizi. Program ini akan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri atas:

  • Dr. dr. Minidian, Sp.GK, spesialis gizi klinik.
  • dr. Peres, spesialis kesehatan anak.
  • Tim dokter spesialis patologi klinik.
  • Tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Program tersebut direncanakan terhubung langsung dengan Tehran University di Iran, yang memiliki penguasaan teknologi medis mutakhir.

Direktur Keuangan RSISA, dr. Adli, dan Direktur Pelayanan RSISA, dr. Arif, Sp.OT, menyampaikan harapan agar agenda internasionalisasi ini tidak berhenti pada aspek pencitraan (branding) maupun komersialisasi semata.

Keduanya menekankan bahwa tujuan utama kerja sama tersebut adalah menyusun dan mengimplementasikan standar pelayanan medis internasional yang relevan serta dapat diterapkan secara nyata di RSI Sultan Agung Semarang.

MoU Tiga Bahasa Perkuat Kerja Sama Bilateral

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) kerja sama bilateral. Proses penyusunan dan pengawalan dokumen tersebut dilakukan dalam tiga bahasa oleh Mashudi, S.H., M.H.

Melalui kerja sama ini, RSISA berharap dapat memperkuat jejaring internasional sekaligus mempercepat transfer teknologi, pengetahuan, dan keterampilan di bidang kesehatan.

Langkah tersebut juga diharapkan menjadi contoh bagi institusi kesehatan lainnya di Indonesia dalam membangun kemitraan internasional secara profesional, terarah, dan berkelanjutan. she 

You Might Also Like

Timnas U-19 Indonesia Ditaham Vietnam Tanpa Gol, Shin Tae Yong Kecewa
Petugas BPBD Lakukan Penanganan Warga Terdampak Banjir di Situbondo
Presiden Panggil Ketua Umum Parpol, Bahas Situasi Bangsa 
Sukses Bangun SKKL ke Amerika, Telkom Bangun SKKL Bifrost Jakarta-Balikpapan-Manado-Amerika
Doa dan Dzikir Bhayangkari Polres Demak untuk Kelancaran Operasi Ketupat Candi
TAGGED:RSI Sultan Agung Gaet IranRSI Sultan Agung Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?