Sabet Juara 1 Menyanyi Pop Putra Putri Peksimida,  Undip Lolos ke Peksiminas 2026

4 Min Read
Grace Lofliananda dan Noel Arsenio Khen Sitorus (tengah) juara Menyanyi Pop Putra Putri Peksimida. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) merupakan ajang pembinaan sekaligus seleksi bagi mahasiswa berprestasi di bidang seni yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, apresiasi, serta prestasi di bidang seni, sekaligus mempersiapkan delegasi terbaik Jawa Tengah menuju kompetisi tingkat nasional.

Sebanyak 67 peserta berkompetisi dalam ajang ini, yang terdiri atas 28 peserta putra dan 39 peserta putri dari 41 PTN/PTS se-Jawa Tengah. Bertempat di Gedung Art Centre, Kampus Undip Tembalang, kompetisi tarik suara yang berlangsung ketat selama dua hari ini resmi ditutup dalam acara Closing Ceremony yang meriah pada Kamis, 9 Juli 2026 malam.

Masing-masing peserta membawakan dua lagu, yakni satu lagu wajib dan satu lagu pilihan yang telah ditetapkan oleh panitia. Lagu yang dipilih berasal karya-karya penyanyi dan pencipta lagu legendaris Indonesia, seperti Glenn Fredly, Judika, Kerispatih, Krisdayanti, Rossa, Raisa, Lyodra, Andmesh, Afgan, hingga Tulus.

Melalui sistem penilaian yang profesional dan objektif di mana pemanggilan peserta hanya menggunakan nomor urut tampil tanpa menyebutkan nama maupun asal kampus dua delegasi terbaik Universitas Diponegoro (Undip) sukses memukau dewan juri lewat materi suara, teknik vokal, ekspresi, serta penampilan yang matang.

Grace Lofliananda, mahasiswi Program Studi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang Angkatan 2024 yang meraih Juara 1 kategori putri, mengungkapkan bahwa perjalanannya hingga mencapai posisi ini membutuhkan persiapan yang sangat matang, termasuk latihan intensif selama satu bulan bersama pelatih serta latihan mandiri di rumah.

“Perjalanan ini sebenarnya tidak mudah, tetapi saya percaya bisa berada di titik ini berkat anugerah dan berkat Tuhan. Dukungan serta doa dari orang-orang terdekat juga menjadi kekuatan besar bagi saya. Ke depan, harapan saya adalah memberikan yang terbaik sesuai dengan apa yang sudah Tuhan tetapkan. Saya akan belajar dan berlatih lebih giat lagi untuk memperkaya teknik vokal yang dapat menunjang penampilan saya saat berlaga di PEKSIMINAS nanti,” ungkap Grace.

Senada dengan Grace, peraih Juara 1 kategori putra, Noel Arsenio Khen Sitorus dari Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan Angkatan 2025, membagikan pengalamannya melewati proses panjang dari ajang internal Sorak Seni Undip hingga panggung daerah. Noel mengakui bahwa rasa gugup adalah hal yang wajar, namun kunci utamanya terletak pada mentalitas dan menjaga kondisi fisik.

“Latihan tentu tidak boleh berhenti. Saya harus terus berjuang karena pelaksanaan Peksiminas 2026 sudah dekat, yaitu bulan September nanti. Mengenai rasa gugup, saya justru merasakannya setelah selesai menyanyi dan saat menunggu pengumuman. Sebelum naik ke panggung, kita seharusnya rileks agar pesan dari lagu yang dibawakan dapat tersampaikan dengan jelas kepada penonton. Menuju tingkat nasional nanti, persiapan utama saya adalah banyak berdoa, meminta restu orang tua, serta istirahat yang cukup. Sebab, instrumen utama seorang penyanyi adalah tubuhnya sendiri yang harus selalu dijaga,” tutur Noel.

Sejalan dengan prestasi gemilang tersebut, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Undip sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Edy Surahmad, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan pandangannya terkait keberhasilan operasional serta prestasi yang di dapatkan oleh kontingen Undip. she

Share This Article