By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Sambut MTQ Nasional 2026, Menag Apresiasi Kekompakan dan Kesiapan Pemerintah Jawa Tengah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Sambut MTQ Nasional 2026, Menag Apresiasi Kekompakan dan Kesiapan Pemerintah Jawa Tengah

Jatengdaily.com
Published: 26 Juni 2026 06:41
Share
Menag Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Sumarno, hingga Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengayunkan gunungan pada peresmian maskot dan logo MTQ Nasional di hall MAJT, Kamis 25 Juni 2026. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Udara sore di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) terasa hangat dan khidmat pada Kamis (25/6/2026). Sejarah baru keagamaan di Indonesia resmi dimulai. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengetuk palu kesiapan: mereka siap menjadi panggung utama bagi perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 tahun 2026.

Contents
​Lebih dari Sekadar Lomba: Sebuah “Pesta Keilmuan”​’Saqur’ dan Filosofi Harmoni​Berkah Religi yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat

​Peluncuran logo, maskot, dan tema resmi sore itu bukan sekadar seremoni di atas kertas. Ketika gunungan ditancapkan oleh para tokoh bangsa dan daerah, riuh tepuk tangan warga menandai bahwa pesta rakyat berbasis Al-Qur’an ini telah mengetuk pintu Kota Semarang.

​Hadir langsung dalam momentum bersejarah ini, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Di barisan depan, ia melihat sebuah harmoni kepemimpinan yang langka: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Sumarno, hingga Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, duduk bersama, kompak, dan satu suara.

​“Gubernur, wakil gubernur selaku ketua panitia, Kanwil, hingga wali kota hadir dan sangat kompak. Ini modal penting yang akan menghadirkan MTQ berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” puji Menag Nasaruddin Umar hangat.

​Lebih dari Sekadar Lomba: Sebuah “Pesta Keilmuan”

​Bagi Menag, MTQ di Jawa Tengah kali ini punya magnet yang berbeda. Alih-alih hanya mengejar kemeriahan panggung syiar, Jawa Tengah berambisi membawa ruh Al-Qur’an ke level yang lebih dalam. Semarang akan disulap menjadi ruang kuliah raksasa.

​Tidak kurang dari 100 dewan hakim dan pakar Al-Qur’an dari seantero negeri dijadwalkan berkumpul. Mereka tidak hanya duduk di meja juri, tetapi juga akan turun ke kampus-kampus dan pondok pesantren di Jawa Tengah untuk menggelar seminar, kuliah umum, hingga forum ilmiah. Bahkan, pintu untuk menghadirkan cendekiawan internasional terbuka lebar.

​“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang perjumpaan nyata masyarakat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Ini pesta rakyat kita,” tambah Nasaruddin.

​’Saqur’ dan Filosofi Harmoni

​Lalu, seperti apa wajah MTQ Nasional ke-31 ini? Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, membeberkan rahasia di balik identitas visual yang baru saja diluncurkan.

​Logonya menggabungkan keanggunan bentuk Gunungan pewayangan dengan siluet landmark ikonik Kota Semarang—sebuah simbol bertemunya tradisi luhur Jawa dan dinamika metropolitan. Sementara itu, sosok jenaka namun sarat makna terpilih sebagai maskot: “Saqur”, yang merupakan akronim dari Sahabat Qur’an.

​Semua identitas itu dibungkus dalam sebuah visi besar melalui tema: “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Indonesia Emas yang Berkeadilan.”

​“Secara teknis kami sudah sangat siap. Dan untuk memeriahkan gelaran ini, banyak sekali acara pendukung yang sudah kami rancang,” tandas pria yang akrab disapa Gus Yasin ini optimis.

​Berkah Religi yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat

​Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melihat berkah MTQ dari kacamata yang membumi. Baginya, kepercayaan menjadi tuan rumah adalah bukti sahih bahwa Jawa Tengah adalah daerah yang tangguh dan strategis, bahkan di tengah situasi ekonomi global yang penuh tekanan.

​Luthfi yakin, puluhan ribu tamu yang akan memadati Semarang bukan sekadar menjadi penonton, melainkan roda penggerak ekonomi.

​“MTQ ini akan memberikan multiplier effect (efek berganda) yang sangat besar. Ini bukan cuma agenda religi. Di dalamnya ada geliat UMKM yang laris manis, pertukaran budaya antardaerah, dan perputaran ekonomi langsung di tengah masyarakat,” urai Ahmad Luthfi dengan mata berbinar.

​Melalui MTQ Nasional ke-31 ini, Jawa Tengah ingin mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Nusantara: bahwa mereka adalah rumah yang hangat, terbuka, religius, sekaligus berdaya secara ekonomi. Peluit kick-off telah ditiup, logo telah berkibar, dan si “Saqur” siap menyambut kafilah dari seluruh penjuru Indonesia dengan senyuman terbaiknya. St

You Might Also Like

Densus 88 Antiteror Mabes Polri Tangkap 5 Terduga Teroris dari 4 Provinsi
Proyek Kabel Laut Internasional ICE IV Dorong Konektivitas Intra Asia ke India, Timur Tengah dan Global
Satgas Nataru Resmi Ditutup, Pertamina Berhasil Penuhi Kebutuhan Energi Selama Momen Libur Akhir Tahun di Jawa Tengah-DIY
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naik hingga Juni 2026
Polsuska dan Polresta Pekalongan Amankan Pelaku Pencuri di Kereta Api Kaligung
TAGGED:Menag Apresiasi Kekompakan dan KesiapanPemerintah Jawa TengahSambut MTQ Nasional 2026
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?