By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN, UNNES dan dan Yayasan Akar Banir Rintis Pusat Pembelajaran Minapolitan di Kampung Siroto Semarang
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN, UNNES dan dan Yayasan Akar Banir Rintis Pusat Pembelajaran Minapolitan di Kampung Siroto Semarang

Jatengdaily.com
Published: 10 September 2026 15:25
Share
Kawasan kolam pembesaran lele Pokdakan Mina Lancar di Kampung Siroto Semarang rintisan PLN, UNNES dan dan Yayasan Akar Banir. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Semarang merintis Pusat Pembelajaran Minapolitan di Kampung Siroto, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini digarap bersama Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Yayasan Akar Banir Indonesia selaku pelaksana sekaligus pendamping, dengan dukungan mahasiswa KKN Giat 16 UNNES.

Berlokasi di Sekretariat Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minalancar, RW 10, Kelurahan Gunungpati, pusat pembelajaran tersebut disiapkan sebagai sarana peningkatan pengetahuan, keterampilan, sekaligus produksi budidaya ikan lele yang selama ini dijalankan masyarakat setempat.

Perintisan diawali dengan revitalisasi bangunan menjadi ruang produksi pakan. Di dalamnya dipasang mesin pencetak pelet berkapasitas 30 kilogram per jam yang mampu menghasilkan pakan apung. Jenis pakan tersebut selama ini dibeli pembudidaya dari luar dengan harga relatif tinggi.

Karena seluruh peralatan produksi pakan berbasis energi listrik, program TJSL PLN melakukan pemasangan sekaligus penambahan daya listrik hingga 7.700 VA agar operasional berjalan andal.

Selain lini pakan, kolam budidaya dilengkapi teknologi smart climate aquaculture berbasis Internet of Things (IoT).

Sistem tersebut memantau kondisi air dan iklim mikro kolam secara terukur, sehingga pembudidaya dapat mengambil keputusan lebih cepat dan menekan risiko kegagalan panen. Bersamaan dengan pembenahan sarana, tim pendamping menyusun paket edukasi bersama masyarakat.

Materi yang disiapkan mencakup paket budidaya pembesaran lele, paket pembibitan lele, hingga paket pembuatan pakan mandiri.

Paket-paket tersebut telah diuji melalui simulasi dengan menghadirkan perwakilan Kelompok Tani Tambakrejo serta pengelola Program Kampung Iklim (ProKlim) RW 05 Tambakrejo, Gayamsari, yang belajar langsung teknik pembibitan dan pembesaran lele.

Koordinator program, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menilai kesiapan Kampung Siroto sebagai ruang belajar telah terbentuk dari praktik warga sendiri.

“Pengalaman dan keterampilan Pokdakan Minalancar dalam budidaya sudah teruji. Ini modal besar bagi masyarakat luas yang ingin belajar budidaya lele, karena yang diajarkan bukan teori semata, melainkan praktik yang sudah berjalan,” ujarnya.

Secara terpisah, Manager UPT Semarang, Achmad Ridwan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat di wilayah operasi.

“Dalam mengimplementasikan Hari Pelanggan Nasional, PLN selalu berkomitmen untuk berkolaborasi dan mendampingi masyarakat di wilayah operasi perusahaan, khususnya dalam pengembangan UMKM serta peningkatan produktivitas pertanian maupun perikanan berbasis electrifying,” katanya.

Program ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni pendidikan berkualitas melalui paket edukasi (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta kemitraan multipihak antara BUMN, perguruan tinggi, yayasan, dan masyarakat (SDG 17).

General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, menegaskan bahwa momentum Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menguatkan orientasi PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui program TJSL.

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal. Kami juga berkomitmen hadir untuk masyarakat dan lingkungan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” tegas Amiruddin.

Ke depan, Pusat Pembelajaran Minapolitan Kampung Siroto diharapkan menjadi wadah edukasi yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk belajar budidaya lele, mulai dari pembibitan, pembesaran, hingga produksi pakan mandiri.

Dalam jangka panjang, kawasan tersebut disiapkan untuk berkembang menjadi destinasi wisata edumina yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga Kampung Siroto. she 

You Might Also Like

Telkom Solution Hadirkan Tiga Solusi Unggulan di Berbagai Sektor Bisnis
Sukses MBKM Kualitas Lulusan Unissula Melejit
Wika Salim ke Polda Metro, Konsultasi Kasus Dugaan Penggelapan Managemennya
Denty Sampaikan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Penyangga Negara
Hadirkan Promo Tiket Masuk, Dusun Semilir Renovasi Halte BRT Trans Jateng 
TAGGED:PLNPusat Pembelajaran MinapolitanSemarak Hari Pelanggan Nasional
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?