SEMARANG (Jatengdaily.com)- Momentum bulan Ramadan tahun 1447 H, dimanfaatkan berbagai pihak untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sejalan dengan program THR (Tebar Harapan Ramadan) yang digagas Kementerian Agama pada tahun 2026, LAZIS Sultan Agung di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) menyalurkan 1.447 paket bantuan sembako kepada masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Program berbagi ini menjadi bagian dari upaya LAZIS Sultan Agung dalam memperluas manfaat dana sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan menjangkau berbagai kelompok penerima manfaat, di antaranya masyarakat prasejahtera, mualaf, guru madrasah diniyah, anak yatim, penyandang disabilitas, imam masjid dan mushola, serta tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada masyarakat di wilayah yang rentan terdampak bencana serta pekerja sektor informal seperti tukang becak, pengemudi ojek online, pedagang kaki lima, dan pekerja paruh waktu.
Paket bantuan berupa sembako tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga penerima manfaat, khususnya menjelang Hari Raya.
Direktur LAZIS Sultan Agung, Hasanudin, Lc., MEI, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari semangat berbagi di bulan Ramadan sekaligus memperluas jangkauan manfaat program sosial lembaga. Program ini juga menjangkau masyarakat di wilayah rawan bencana, serta para pekerja sektor informal seperti tukang becak, ojek online, dan pedagang kaki lima.
“Dalam rangka berbagi di bulan Ramadan sekaligus menyambut kemenangan, tahun ini LAZIS Sultan Agung menyalurkan 1.447 paket bantuan yang bersinergi dengan program THR – Tebar Harapan Ramadan dari Kementerian Agama. Bantuan ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat fakir, tetapi juga bagi para imam, mualaf, serta para dai yang bertugas di daerah dengan keterbatasan akses. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke wilayah yang rentan bencana banjir seperti Timbulsloko, Demak, serta kepada pekerja sektor informal seperti pedagang kaki lima dan pekerja paruh waktu, termasuk tukang becak dan ojek online,” ujar Direktur LAZIS Sultan Agung, Hasanudin, Lc., MEI.
Ia berharap program ini dapat menjadi sarana berbagi kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan di bulan Ramadan. Selain itu, Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya sehingga ke depan jumlah bantuan yang disalurkan dapat bertambah dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Melalui berbagai program yang ada, LAZIS Sultan Agung tentunya terus berupaya menghadirkan program sosial yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat. she


