By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tangani Kesehatan Mental, Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tangani Kesehatan Mental, Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

Last updated: 18 Januari 2026 06:54 06:54
Jatengdaily.com
Published: 18 Januari 2026 06:54
Share
Wagub Jateng tinjau Posyandu Plus Surakarta. Foto: prov Jateng
SHARE

SURAKARTA (Jatengdaily.com) – Layanan konseling dan penanganan kesehatan mental bagi generasi muda yang menjadi unggulan Posyandu Plus Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Kota Surakarta, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen.

Layanan tersebut melengkapi enam SPM yang diterapkan di tempat itu. Salah satunya, di Posyandu Plus Anggrek XV Berbasis 6 SPM yang terletak di Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta.

Dia meminta inovasi program dan layanan itu, bisa menjadi model percontohan bagi kabupaten/kota lain di wilayahnya.

“Saya berharap layanan Posyandu yang ada di Kota Surakarta bisa diadopsi di kabupaten lain, di kota lain,” kata Taj Yasin, seusai mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV, di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Sabtu (17/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Wagub bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, meninjau langsung para psikolog yang memberikan bimbingan konseling kepada pasien. Selain itu mereka juga memastikan implementasi layanan 6 SPM di Posyandu tersebut.

Wagub menilai, langkah TP Posyandu Kota Surakarta dalam menggandeng psikolog profesional dari rumah sakit daerah sudah tepat. Hal tersebut diharapkan dapat menangani masalah kesehatan mental, seiring dengan maraknya kasus bullying dan kekerasan di masyarakat.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrabnya, isu kesehatan mental menjadi persoalan serius yang harus dijawab pemerintah. Oleh karena itu, Pemprov Jateng juga menggagas program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang juga terdapat layanan konseling bagi siswa sekolah.

Dia berharap, program pencegahan dan penanganan kesehatan mental terus digalakkan di Jawa Tengah, agar generasi muda yang memiliki masalah psikis dapat berdamai dengan keadaan, serta tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri.

“Maka dari itu di Jawa Tengah ada Spelling, salah satunya permasalahan psikis. Kami memberi pendampingan agar mereka bisa keluar dari permasalahannya, jangan sampai bunuh diri terjadi sebelum kita tangani,” ungkap Gus Yasin.

Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, layanan konseling dalam program Posyandu Plus di Kota Surakarta relevan dengan kebutuhan generasi muda, yang rentan mengalami masalah mental.

“Dan ini sangat kami apresiasi, layanan ini juga merupakan salah satu kebutuhan ya, bahwa (kesehatan mental) menjadi isu dan ini diharapkan mampu menjembatani dan menjadikan salah satu solusi,” kata dia.

Nawal mendorong setiap Posyandu di Jateng, agar terus bertranformasi dengan mengimplementasikan enam SPM. Meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Dalam bidang pendidikan misalnya, Nawal meminta kader Posyandu menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), membuat pojok baca, serta literasi digital.

“Harapan saya di setiap Posyandu nanti ada layanan untuk PAUD, dan ada pojok baca misalnya,” beber istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia mengatakan, alasan menggagas Posyandu Plus disebabkan maraknya kasus bunuh diri. Dia mengungkapkan, ada remaja yang melompat dari mal, jembatan Bengawan Solo, ada yang mengakhiri hidup di kosan.

Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng psikolog profesional untuk memberikan layanan konseling, bagi masyarakat yang memiliki masalah dan beban mental.

Pada 2025, sebanyak 6.000 warga Surakarta mengikuti skrining kesehatan mental. Dari jumlah itu, sembilan persen dirujuk ke Puskesmas, untuk mendapatkan penanganan psikis lebih lanjut.

“Yang belum tersentuh adalah mungkin remaja, pelajar, siswa. Harapannya ke depan nanti kita juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bullying,” ungkap Venessa. she 

You Might Also Like

Ini Sosok Kusir Kereta Kuda Pengantin Kaesang
Shalat Idul Adha Harus Patuhi Protokol Kesehatan
Antisipasi Corona, PT KAI Luncurkan Kereta Kesehatan dan Inspeksi untuk Masyarakat
Tinjau Perayaan Malam Natal di Semarang, Stafsus Menag Hadir Bersama Gubernur dan Kakanwil Kemenag Jateng
Semen Gresik Perkuat Tata Kelola Lewat Penguatan Kesadaran Mitigasi Risiko
TAGGED:Posyandu Plus Surakartawagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?