By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Tembus Dua Jurnal Scopus dan Raih Hibah Dikti, Lisa Fitriana Sandang Gelar Doktor
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Tembus Dua Jurnal Scopus dan Raih Hibah Dikti, Lisa Fitriana Sandang Gelar Doktor

Last updated: 30 Mei 2026 13:11 13:11
Jatengdaily.com
Published: 30 Mei 2026 13:11
Share
Lisa Fitriana raih gelar doktor dari Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ir Lisa Fitriana ST MEng IPM ASEAN Eng berhasil meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Doktor dari Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula, yang diselenggarakan pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam sidang promosi doktor tersebut, Lisa berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Perkuatan Tanah dengan Rigid Inclusion untuk Perkerasan Jalan yang Berpotensi Likuifaksi.”

Ia menyelesaikan studi doktoralnya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Menempuh masa studi selama 3 tahun 3 bulan, sekaligus tercatat sebagai lulusan doktor ke-62 Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula.

Penelitian yang dilakukan Lisa berangkat dari tingginya risiko bencana gempa bumi di Indonesia yang berada di pertemuan empat lempeng tektonik dunia. Kondisi tersebut menyebabkan potensi terjadinya likuifaksi, yaitu fenomena hilangnya kekuatan geser tanah akibat getaran gempa sehingga dapat memicu kerusakan infrastruktur dan kegagalan fondasi.

Dalam disertasinya, Lisa mengembangkan model perkuatan tanah menggunakan metode Rigid Inclusion (RI), yaitu teknologi perbaikan tanah dengan memasang elemen-elemen kaku ke dalam tanah yang bekerja bersama lapisan Load Transfer Platform (LTP) untuk mendistribusikan beban secara lebih merata. Teknologi ini telah diaplikasikan pada sejumlah proyek strategis, salah satunya di kawasan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi likuifaksi cukup tinggi.

“Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku rigid inclusion pada tanah pasir yang berpotensi likuifaksi, menganalisis perubahan nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR), Cyclic Stress Ratio (CSR), faktor reduksi tegangan geser, serta menghasilkan model perkuatan yang optimal untuk perkerasan jalan,” jelas Lisa dalam presentasinya.

Melalui serangkaian pengujian laboratorium menggunakan metode shaking table dan analisis numerik berbasis perangkat lunak PLAXIS, penelitian tersebut menunjukkan bahwa sistem Rigid Inclusion terbukti efektif mengurangi deformasi tanah dan menekan potensi likuifaksi.

Hasil penelitian menunjukkan konfigurasi optimal diperoleh pada jarak antar rigid inclusion yang rapat dengan ketebalan Load Transfer Platform yang lebih besar. Pada konfigurasi terbaik, penggunaan sistem RI mampu menurunkan deformasi tanah secara signifikan dari 46,77 mm menjadi 10,11 mm, meningkatkan Safety Factor (SF) dari 0,83 menjadi lebih dari 2,4, serta menurunkan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) dari 1,131 menjadi di bawah 0,7. Temuan tersebut mengindikasikan peningkatan stabilitas tanah yang sangat signifikan terhadap beban dinamis akibat gempa.

Selain menghasilkan kontribusi ilmiah bagi pengembangan teknologi mitigasi likuifaksi, penelitian Lisa juga memiliki nilai kebaruan (novelty) karena fokus pada penerapan rigid inclusion pada tanah pasir yang berpotensi likuifaksi untuk perkerasan jalan, bidang yang masih relatif sedikit diteliti baik di Indonesia maupun dunia.

Selama menempuh studi doktoralnya, Lisa juga menunjukkan produktivitas akademik yang tinggi. Ia telah menghasilkan dua publikasi prosiding terindeks Scopus, memperoleh dua Letter of Acceptance (LoA) jurnal internasional bereputasi Scopus Q2 dan Q3, serta meraih Hibah Disertasi Doktor dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2025. Pada tahun 2026, ia juga berhasil memperoleh Hibah Penelitian Fundamental Riset (PFR) untuk pengembangan teknologi perkuatan tanah menggunakan Controlled Modulus Column (CMC) pada perkerasan jalan yang berpotensi likuifaksi.

Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas riset dan pendidikan tinggi yang terus berkembang di Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi rekayasa geoteknik dan mitigasi bencana di Indonesia. she

You Might Also Like

Tiga Tahun Vakum, Baim Wong Kembali ke Layar Televisi
Pemahaman Empat Konsensus Kebangsaan Bekal untuk Menjawab Tantangan Masa Depan
Beredar SE Terkait Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Hoaks
Jelang Lebaran, Tiket KA Mudik Sudah Bisa Dipesan Mulai 26 Februari 2023
Wali Kota Semarang Batal Divaksin COVID-19
TAGGED:Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik UnissulaLisa Fitriana
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?