By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: TEP Undip Petakan Potensi Pertanian Desa Transmigrasi Marga Mulya Lahat
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

TEP Undip Petakan Potensi Pertanian Desa Transmigrasi Marga Mulya Lahat

Last updated: 1 September 2026 10:49 10:49
Jatengdaily.com
Published: 1 September 2026 10:49
Share
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 Kawasan Transmigrasi (KT) Kikim, Sumatera Selatan, melaksanakan survei potensi desa. Foto: dok
SHARE

LAHAT (Jatengdaily.com)– Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 Kawasan Transmigrasi (KT) Kikim, Sumatera Selatan, melaksanakan survei potensi desa di Desa Marga Mulya, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Senin (31/8/2026). Survei tersebut menjadi bagian dari tahap awal pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi Kikim.

Kegiatan dilakukan dengan menggali informasi secara langsung dari perangkat desa dan masyarakat mengenai kondisi sosial ekonomi, potensi pertanian, serta ketersediaan sarana pendukung aktivitas pertanian. Data tersebut menjadi bahan awal bagi tim untuk memahami karakteristik wilayah sebelum merancang program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Desa Marga Mulya, Jazuli, turut memberikan informasi mengenai kondisi dan potensi desa kepada Tim Ekspedisi Patriot. Dalam proses penggalian informasi, tim juga berdiskusi dengan Hamdan Sadikin, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus petani Desa Marga Mulya.

Hamdan menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu aktivitas utama masyarakat desa. Dalam kondisi cuaca yang mendukung, petani bahkan dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun.

“Untuk masa panen padi sendiri di desa kami dalam setahun dua kali panen dan kadang bisa sampai tiga kali jika cuaca mendukung,” ungkap Hamdan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, Desa Marga Mulya memiliki sekitar 756 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 2.460 jiwa. Sekitar 80 persen penduduk desa merupakan masyarakat transmigran.

Di sektor pertanian, terdapat sekitar 90 petani dengan luas lahan kurang lebih 50 hektare. Potensi tersebut menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam proses pemetaan TEP Undip.

Namun, aktivitas pertanian masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait ketersediaan dan distribusi air untuk irigasi. Desa Marga Mulya memiliki satu sumur bor di area persawahan, tetapi lokasinya berada di bagian hilir sehingga pemanfaatannya belum optimal untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian.

Selain infrastruktur pertanian, tim juga menggali informasi mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Berdasarkan data awal hasil survei, rata-rata pendapatan petani berada di kisaran Rp2,5 juta dalam periode tiga bulan.

Temuan tersebut masih merupakan data awal yang perlu dikaji lebih lanjut untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pertanian dan perekonomian masyarakat Desa Marga Mulya.

Salah satu potensi pengembangan yang tengah dijajaki TEP Undip Tim 1 KT Kikim adalah pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk mendukung sarana irigasi pertanian di kawasan transmigrasi.

Program tersebut merupakan salah satu program unggulan TEP Undip Tim 1 KT Kikim di bawah pendampingan dosen Undip, Jaka Windarta. Meski demikian, penerapan PATS saat ini masih berada pada tahap kajian dan survei lapangan.

Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air, kebutuhan irigasi, karakteristik lahan, serta kesiapan masyarakat. Tahapan tersebut diperlukan agar alternatif teknologi yang nantinya dikembangkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Rencana pengembangan sarana irigasi melalui PATS mendapat perhatian dari masyarakat Desa Marga Mulya, khususnya para petani. Ketersediaan air yang lebih memadai diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian.

Jazuli menyampaikan bahwa dukungan terhadap sarana irigasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani, terutama untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.

“Kami berharap kalau sarana air untuk sawah bisa lebih baik, petani juga lebih mudah mengatur kebutuhan air. Kalau air cukup, kami bisa lebih tenang dalam mengelola sawah dan berharap hasil panen juga bisa lebih baik,” ujar Jazuli.

Survei di Desa Marga Mulya merupakan bagian dari upaya pemetaan kawasan transmigrasi Kikim yang memiliki sekitar 21 desa transmigrasi yang tersebar di Kecamatan Kikim Timur, Kikim Tengah, Kikim Selatan, Kikim Barat, dan Pseksu.

Karakteristik setiap desa yang beragam membuat proses pemetaan menjadi penting untuk menentukan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Melalui survei langsung, TEP Undip berupaya memperoleh data yang bersumber dari kondisi nyata di lapangan serta pengalaman masyarakat sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan.

Tim Ekspedisi Patriot merupakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia untuk mendukung pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Pada tahun 2026, program ini melibatkan 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi mitra yang ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Para peserta melakukan riset, kajian wilayah, dan pendampingan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, perikanan, peternakan, teknologi, ekonomi, sosial, tata ruang, dan lingkungan.

Bagi TEP Undip Tim 1 KT Kikim, survei di Desa Marga Mulya menjadi langkah awal untuk memahami potensi sekaligus tantangan pembangunan di kawasan transmigrasi. Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan selanjutnya akan menjadi bahan kajian dalam menentukan arah program yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat, Undip melalui Tim Ekspedisi Patriot terus mendorong pengembangan potensi kawasan transmigrasi dengan memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik masyarakat setempat. she

 

You Might Also Like

Pemilihan Ketum SneX Memanas, Lutfi Siap Bawa Era Baru Suporter PSIS
Terima PKB dan Nasdem, PKS Segera Gelar Musyawarah Majelis Syura Bahas Cawapres
BMKG Prakirakan Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Kepulauan Babar, Tanimbar dan Laut Arafuru
Semen Gresik Raih Penghargaan Gold di CESA 2025, Bukti Nyata Kepedulian terhadap Petani dan Lingkungan
Polda Jateng Ungkap 332 Kasus Curanmor, Masyarakat Bisa Datang ke Polres Mengambil Motornya, Gratis
TAGGED:Desa Transmigrasi Marga Mulya LahatTEP Undip
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?