SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) USM menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Dasar Pemrograman Mikrokontroler dan Aplikasinya untuk Internet of Things (IoT)” pada 29 Juli 2026 di Laboratorium Komputer SMAN 4 Semarang.

Kegiatan diikuti 30 peserta yang merupakan siswa kelas X, XI, dan XII. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus pengalaman praktik mengenai pemrograman mikrokontroler sebagai salah satu teknologi utama dalam pengembangan Internet of Things.
Tim PkM USM terdiri atas La Ode Muhammad Idris, ST MT, Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho ST MT IPM, Sri Heranurweni ST MT serta Budiani Destyningtyas ST Meng.
Menurut Andi Kurniawan, elalui kegiatan tersebut, para dosen berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa mengenai perkembangan teknologi mikrokontroler yang saat ini telah menjadi fondasi berbagai sistem cerdas di bidang industri, pertanian, kesehatan, hingga perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.
Pelatihan diawali dengan pelaksanaan pre-test sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai konsep dasar Internet of Things dan pemrograman mikrokontroler.
Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai pengertian mikrokontroler sebagai sebuah komputer berukuran kecil yang terintegrasi dalam satu chip dan memiliki prosesor, memori, serta antarmuka input dan output yang mampu mengendalikan berbagai perangkat elektronik secara otomatis.
”Peserta juga dikenalkan dengan berbagai contoh implementasi mikrokontroler dalam kehidupan sehari-hari, seperti robotika, sistem kontrol industri, perangkat IoT, alat kesehatan, hingga peralatan rumah tangga modern,” katanya.
Memasuki sesi praktik, katanya, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis board mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem IoT, di antaranya Arduino Uno, ESP32 DevKit, STM32 Blue Pill, Arduino Mega, ESP32 S3 DevKit, dan STM32 Nucleo.
”Kami menjelaskan tahapan pemrograman mikrokontroler mulai dari pemilihan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan, penggunaan Arduino IDE sebagai lingkungan pengembangan program, proses instalasi board ESP32, hingga teknik menulis kode program menggunakan bahasa C/C++,” ujarnya.
Pada sesi praktik, tambahnya, para peserta secara langsung mempelajari cara membuat program sederhana menggunakan Arduino IDE untuk mengendalikan LED melalui pin GPIO pada mikrokontroler ESP32.
Setelah memahami dasar pengendalian output, peserta melanjutkan praktik membaca input dari tombol (push button), melakukan serial debugging melalui Serial Monitor, serta memahami penggunaan variabel dan konstanta untuk menghasilkan program yang lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.
”Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat secara langsung hubungan antara perangkat lunak yang ditulis dengan perilaku perangkat keras yang dikendalikan oleh mikrokontroler,” tuturnya.
Dia mengatakan, selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba berbagai modifikasi sederhana pada program yang telah diberikan.
”Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini memberikan pengalaman baru bagi peserta dalam memahami bagaimana sebuah sistem Internet of Things dibangun mulai dari proses pemrograman hingga implementasinya pada perangkat elektronik,” ungkapnya.
Dia berharap, melalui kegiatan tersebut para siswa SMAN 4 Semarang memiliki bekal awal dalam memahami teknologi mikrokontroler dan Internet of Things sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi, baik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun pada kompetisi dan proyek teknologi di masa mendatang.
”Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan,” tandasnya. St



