By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: TPS Bugen Diresmikan, Wali Kota Semarang Dorong Gerakan Sadar Lingkungan Berbasis Warga
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

TPS Bugen Diresmikan, Wali Kota Semarang Dorong Gerakan Sadar Lingkungan Berbasis Warga

Last updated: 6 Februari 2026 17:14 17:14
Jatengdaily.com
Published: 6 Februari 2026 17:14
Share
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bugen di Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kamis (5/2).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bugen di Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kamis (5/2).

Berbeda dari TPS pada umumnya, fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai lokasi penampungan sementara, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan gerakan sadar lingkungan berbasis masyarakat.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa TPS Tlogosari Wetan menjadi simbol kebersamaan warga dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“TPS ini bukan sekadar fasilitas, tetapi simbol kebersamaan kita. Dengan memilah sampah dari rumah, jumlah sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.

Peresmian yang berlangsung meriah tersebut menandai komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Agustina juga menyinggung persoalan klasik penolakan warga terhadap keberadaan TPS di sejumlah wilayah.

“Kalau TPS di pinggir jalan dibilang jelek, di tengah permukiman juga diprotes. Padahal setiap orang menghasilkan sampah. Mau dibuang ke mana kalau tidak ada TPS?” katanya.

TPS Bugen menjadi salah satu fasilitas yang dibangun tanpa penolakan warga dan akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) pengelolaan TPS di Kota Semarang.

Ke depan, lokasi ini akan dikembangkan sebagai pusat budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly untuk mengolah sampah organik, bekerja sama dengan tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, dan kalangan akademisi.

Sebagai bagian dari ekosistem pengolahan sampah organik, Agustina juga mendorong koordinasi dengan dapur produksi makanan seperti SPPG/MBG agar limbah organik dapat dipilah dan dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Ia menilai TPS harus memiliki nilai ekonomi agar keberlanjutan pengelolaannya terjaga.

“Kalau ingin perubahan budaya bersih kota, prosesnya harus dimulai dari TPS. TPS harus hidup secara ekonomi, memberi manfaat bagi pengelola, sekaligus berdampak bagi lingkungan,” tambahnya.

Berdasarkan data profil pengelolaan limbah perkotaan, timbulan sampah di Kota Semarang mencapai lebih dari 1.200 ton per hari, namun baru sebagian yang dikelola melalui prinsip 3R atau pengumpulan formal.

Sampah yang menyumbat saluran air dan sungai kerap menjadi penyebab genangan saat musim hujan, terutama di kawasan timur kota, termasuk wilayah Tlogosari.

Kelurahan Tlogosari Wetan yang memiliki luas sekitar 1,25 kilometer persegi dengan permukiman padat menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Kondisi dataran rendah dan curah hujan tinggi membuat sampah organik maupun plastik mudah terbawa aliran air permukaan dan memperparah persoalan lingkungan.

Melalui keberadaan TPS Bugen, pemerintah berharap partisipasi warga dalam pemilahan, pengurangan, serta pemanfaatan ulang sampah semakin meningkat.

Wilayah ini juga telah dikenal aktif menjalankan program bank sampah yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Agustina menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal operasional TPS melalui pendampingan dan sosialisasi berkelanjutan. Ia berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Semarang.

“Program ini harus menjadi inspirasi lintas wilayah, karena kota bersih dimulai dari rumah kita sendiri,” ujarnya.

Peresmian TPS tersebut disambut positif oleh tokoh masyarakat dan kader lingkungan setempat. Warga optimistis fasilitas baru ini mampu meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah terpilah. St

You Might Also Like

Lagi, Unissula Perluas Kerjasama Internasional
Kunjungi Tenda Korban Gempa di Cianjur, Presiden Ajak Ngobrol Pengungsi
IM3 Ajak Masyarakat Semarang Rayakan Serunya Silaturahmi di bulan Ramadan
Pembangunan Bendungan Pidekso Wonogiri Tahap II Dilanjutkan
Pembangunan Pasar Johar Selatan Dimulai, Diharapkan Rampung Akhir 2021
TAGGED:Berbasis WargaDorong Gerakan Sadar LingkunganTPS Bugen Diresmikanwali kota semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?