By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tren Superflu di Indonesia Menurun
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tren Superflu di Indonesia Menurun

Last updated: 21 Januari 2026 08:56 08:56
Jatengdaily.com
Published: 21 Januari 2026 08:56
Share
Ilustrasi virus. Foto: Kemenkes
SHARE
JAKARTA (Jatengdaily.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan situasi superflu atau  influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia dalam kondisi terkendali. Meskipun subclade ini terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional menunjukkan penurunan memasuki awal 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine melalui keterangan resminya Selasa (20/1/2026) menegaskan virus Influenza H3N2 bukan virus baru dan merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.

“Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” kata Prima dilansir dari laman Infopublik.

Berdasarkan data Kemenkes, mencatat sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A (H3N2) yang diperiksa, dengan temuan terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44. Tidak ada penambahan penemuan kasus A(H3N2) subclade K mulai minggu ke-52.

Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta.

Prima menjelaskan bahwa laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar.

Pada kondisi risiko tinggi seperti ini, infeksi dari virus maupun bakteri, dapat menjadi pencetus yang memperburuk komorbid yang sudah tidak stabil.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” kata Prima.

Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara, termasuk pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus, guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.

Masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit termasuk kelompok rentan (memiliki komorbid/lansia), serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat.

Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan. she 

You Might Also Like

LPHI Berharap Suasana Tenteram Berlanjut di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Bawaslu Temukan 15 Dugaan Tindak Pidana Pilkada 2020
Siswa-Siswi SLB Negeri 1 Demak Peringati Hardiknas Bersama Ganjar Pranowo
Presiden Dorong Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pemerintah
ITB Semarang Tambah Doktor Baru
TAGGED:Superflu di Indonesia Menurun
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?