SEMARANG (Jatengdaily.com)—Rektor Universitas BPD Semarang, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si mengatakan, transformasi dari STIE Bank BPD Jateng menjadi Universitas BPD bukan sekadar perubahan nama dan kelembagaan. Lebih dari itu, perubahan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat.
Menurut Sri Tutie, transformasi dari STIE Bank BPD Jateng menjadi Universitas BPD bukan sekadar perubahan nama dan kelembagaan. Lebih dari itu, perubahan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat.
“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama dan kelembagaan, tetapi merupakan langkah besar untuk membangun perguruan tinggi yang semakin maju, adaptif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat,” demikian penegasan dalam paparan Rektor Universitas BPD, kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Lebih lanjut menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa baru menjadi salah satu capaian yang disoroti dalam perkembangan Universitas BPD. Pada 2026, kampus ini menerima 503 mahasiswa baru, bertambah 131 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 372 mahasiswa.
Pertumbuhan tersebut, menurut pihak universitas, menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, serta fasilitas pendukung kegiatan akademik.
Universitas BPD saat ini memiliki sekitar 1.491 mahasiswa aktif yang tersebar di enam program studi, yakni S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S2 Magister Manajemen, S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, dan S1 Sains Data.
Berdasarkan data yang disampaikan, S1 Manajemen menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 630 orang, disusul S2 Magister Manajemen sebanyak 453 mahasiswa dan S1 Akuntansi sebanyak 347 mahasiswa. Sementara itu, S1 Informatika memiliki 26 mahasiswa, S1 Sains Data 18 mahasiswa, dan S1 Sistem Informasi 17 mahasiswa.
Komposisi tersebut menjadi dasar pengembangan Universitas BPD pada bidang ekonomi, bisnis, teknologi informasi, dan sains data. Ke depan, pengembangan akademik tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga pada mutu lulusan, relevansi kurikulum, serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.
Antarkan 184 Wisudawan
Di bidang akademik, Universitas BPD juga telah melaksanakan wisuda pada 3 Oktober 2026 dengan mengantarkan 184 wisudawan dan wisudawati.
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi universitas untuk melepas para lulusan memasuki tahap baru, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun berkontribusi di tengah masyarakat.
Pihak universitas menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada pemberian ijazah. Lulusan diharapkan memiliki kompetensi profesional, karakter yang kuat, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan inovasi untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan persaingan global.
Penguatan hubungan dengan alumni juga menjadi perhatian. Alumni dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem perguruan tinggi sekaligus representasi kualitas institusi di dunia kerja dan masyarakat.
Perkuat Kualitas Dosen dan Tenaga Kependidikan
Untuk mendukung transformasi, Universitas BPD juga berupaya memperkuat sumber daya manusia. Dalam paparan Rektor, institusi ini didukung oleh 87 personel, yang terdiri atas 32 dosen internal, 17 dosen eksternal, serta 38 tenaga kependidikan dan tenaga pendukung.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas, termasuk mendorong dosen melanjutkan pendidikan doktoral, meningkatkan publikasi ilmiah dan penelitian, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta membangun jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, universitas menargetkan penguatan mutu dan akreditasi program studi, penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pengembangan ekosistem digital, serta peningkatan prestasi mahasiswa di bidang akademik maupun nonakademik.
Kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri juga menjadi bagian dari strategi pengembangan institusi.
Bidik Reputasi Internasional
Sri Tutie menegaskan, transformasi Universitas BPD diarahkan untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, maju, berdaya saing, dan mampu berkiprah di tingkat internasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, universitas berupaya membangun budaya akademik yang berorientasi pada prestasi, inovasi, kolaborasi, integritas, dan pelayanan. Pengembangan program studi serta jenjang pendidikan baru juga akan diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Namun, pencapaian reputasi internasional membutuhkan proses panjang, konsistensi, kolaborasi, dan dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Universitas BPD berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kesempatan berkarier di tingkat nasional maupun global.
Perkuat Kemitraan dengan Media
Dalam kegiatan jumpa pers tersebut, Universitas BPD juga menyerahkan rompi wartawan sebagai simbol penguatan kemitraan dengan insan pers.
Pihak universitas menyampaikan apresiasi kepada media yang selama ini berperan dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan, capaian, dan inovasi kampus kepada masyarakat.
Kemitraan dengan media diharapkan berlangsung secara terbuka, profesional, dan konstruktif. Universitas BPD juga menyatakan terbuka terhadap kritik, saran, serta masukan yang dapat mendukung perbaikan institusi.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Universitas BPD berharap dapat memperkuat identitas sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia.
Dengan pertumbuhan penerimaan mahasiswa baru, penguatan mutu akademik, serta berbagai program transformasi yang dijalankan, Universitas BPD menargetkan langkah pengembangan yang berkelanjutan menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing global.
Semangat tersebut dirangkum dalam komitmen institusi: budaya baru, transformasi nyata, dan BPD mendunia. she



