SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik regional dengan turut ambil bagian dalam forum diskusi Pusat Studi ASEAN (PSA) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang digelar di Hotel Ten
trem Semarang, belum lama ini.
Forum yang difasilitasi Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI tersebut mempertemukan sejumlah perguruan tinggi yang telah memiliki maupun tengah mengembangkan Pusat Studi ASEAN (PSA).
Kehadiran Untag Semarang dalam kegiatan ini menegaskan peran aktif kampus dalam mendukung penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus memperluas jaringan kerja sama di tingkat nasional maupun regional.
Selain Untag Semarang, forum ini juga diikuti sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Negeri Semarang, serta Universitas Jenderal Soedirman.
Dalam forum tersebut, berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan kapasitas Pusat Studi ASEAN di perguruan tinggi, pengembangan publikasi ilmiah bertema ASEAN, hingga penyelenggaraan webinar dan seminar internasional dengan menghadirkan narasumber dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
Tak hanya itu, peluang program magang mahasiswa di lingkungan Kementerian Luar Negeri RI juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat kompetensi global mahasiswa sebagai lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.
Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparjo, MP, yang turut hadir dalam forum tersebut menyampaikan bahwa partisipasi kampusnya merupakan langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas.
“Partisipasi Untag dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan kajian ASEAN di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Untag Semarang siap mendukung berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan kompetensi global mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi akademik kampus di tingkat regional ASEAN.
Dalam sesi diskusi, muncul pula sejumlah gagasan program kolaboratif lintas kampus. Salah satunya program “ASEAN Goes to School” yang diusulkan Universitas Negeri Semarang sebagai inisiatif bersama untuk memperkenalkan wawasan ASEAN kepada pelajar sekolah menengah.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari seluruh peserta forum sebagai bagian dari upaya memperluas literasi ASEAN di tengah masyarakat.
Partisipasi aktif Untag Semarang dalam forum ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mengembangkan program Pusat Studi ASEAN, khususnya dalam mendorong peningkatan publikasi ilmiah bertema ASEAN.
Kemudian penguatan forum diskusi akademik, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kolaboratif antar perguruan tinggi di kawasan regional. St


