JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian yang masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara, khususnya penyakit campak.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026) menyampaikan selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi, yaitu campak.
“Campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, sehingga berisiko menimbulkan wabah di lingkungan pengungsian yang padat. Saat ini, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak,” kata Menkes Budi melalui keterangan resminya dilansir dari laman Infopublik Jumat (9/1/2026).
Lanjutnya deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada anak-anak. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah segera menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi sejak minggu ini
Imunisasi difokuskan pada anak-anak di wilayah pengungsian serta daerah dengan risiko penularan tinggi. Upaya pencegahan penyakit menular ini menjadi bagian penting dari penanganan bencana untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama masa pemulihan.
Menkes Budi mengatakan pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan yang terintegrasi. Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan. “Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan diare. Selain itu, obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Menkes Budi. she
0



