By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bea Cukai Tanjung Emas Perketat Produk Impor Mamin dari China yang Masuk ke Jateng
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bea Cukai Tanjung Emas Perketat Produk Impor Mamin dari China yang Masuk ke Jateng

Last updated: 7 Februari 2020 10:54 10:54
Jatengdaily.com
Published: 7 Februari 2020 10:54
Share
Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Petugas Bea Cukai Tanjung Emas Semarang memberlakukan larangan produk impor makanan dan minuman (mamin) dari China melalui Jateng. Pelarangan ini berlaku untuk mengantispasi merebaknya wabah virus Corona yang terjadi di negara tersebut.

“Kita harus hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan. Jika ada barang dari China masuk kita protek dulu, meski belum tentu kena virus. Biasanya yang diimpor itu minuman herbal, kacang-kacangan. Kita agak waspada karena menyangkut keselamatan warga negara kita,” kata Kepala Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Anton Martin, Jumat (7/2/2020).

Dia menyebut hampir 65 persen produk impor berasal dari Tiongkok mendapat pengawasan ketat di kawasan pelabuhan dan bandar udara yang ada di Jawa Tengah.

“Meski pengirimannya tidak terlalu besar, ada beberapa barang elektronik seperti kabel listrik, komponen mesin, alat kesehatan yang didatangkan dari China,” jelasnya.

Sedangkan tiap bulan terdapat empat produk impor dari Tiongkok yang dikirim ke Jateng.

“Total ada empat yang diimpor dari Wuhan. Transaksinya dari Wuhan biasanya komoditinya kabel, mesin dan alat kesehatan. Karena barang dari China cukup besar. Sekitar 65 persen impor masuk ke Tanjung Emas dari China. Ada 9.000 kontainer per bulan,” ungkapnya.

Dampak dari pengawasan barang impor bisa terlihat pada bulan depan. Untuk saat ini aktivitas penerimaan impor masih landai karena berbarengan dengan musim libur panjang Imlek di China.

“Jadi semua barang dari sana kita Border dulu. Untuk dampaknya kita baru bisa lihat perkembangan pada bulan depan,” tutup Anton Martin. Adri-she

You Might Also Like

Jateng Tetap Perketat Objek Wisata, Ini Alasan Pemprov
Hadiri Perayaan Ultah Raja Charles III, Wali Kota Semarang Jalin Komunikasi Pererat Diplomasi
Siapkan Generasi Masa Depan, Mahasiswa BK Unnes Beri Pelatihan Kepemimpinan bagi Karangtaruna Dusun Ngabeyan
Gelar Rakernas di Semarang, APPSI Hadirkan Mendag Zulhas dan Prabowo Subianto
Polda Periksa 7 Saksi Pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri
TAGGED:bea cukai tanjung emaslarangan produk impor makanan dan minuman (mamin) dari Chinatanjung emas semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?