By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Memprihatinkan, Kondisi Hutan Gunung Lawu Gundul
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Memprihatinkan, Kondisi Hutan Gunung Lawu Gundul

Last updated: 12 Februari 2020 19:12 19:12
Jatengdaily.com
Published: 12 Februari 2020 19:12
Share
Penanaman pohon di hutan Gunung Lawu. Foto dok. humas prov jateng
SHARE

KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Kerusakan lahan di lereng Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar semakin parah. Banyak hutan telah beralih fungsi sebagai lahan pertanian dan juga objek wisata. Saat tiba di Bukit Mongkrang Desa Gondosuli, Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/2/2020), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak terkejut dengan perubahan itu.

“Dulu itu masih hutan belantara. Saya tahu karena saya lahir di sini. Sekarang banyak sekali yang gundul,” kenang Ganjar akan masa kecilnya saat membuka acara penanaman pohon bersama masyarakat dan komunitas di lokasi itu.

Ganjar kemudian memerintahkan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, yang mendampinginya dalam acara itu, untuk menggalakkan penanaman pohon. Rober diminta menggandeng perangkat daerah mulai dari camat, lurah hingga ketua RT/RW di Tawangmangu untuk melakukan penanaman pohon di kawasan lereng Gunung Lawu.

“Mulai hari ini sampai Maret, gerakan menanam harus ditingkatkan di kawasan-kawasan ini. Gandeng seluruh masyarakat dan komunitas,” tandas Ganjar.

Selain gerakan menanam, Ganjar meminta kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Memanfaatkan kearifan lokal, kesadaran untuk peduli lingkungan harus terus ditumbuhkan.

“Saya usul supaya setiap anak yang lahir di Lawu, orang tuanya wajib tanam pohon. Kalau ada masyarakat minta surat keterangan kepada RT/RW, syaratnya tanam pohon. Ada yang mau menikah, naik jabatan, syaratnya harus tanam pohon. Kalau mau menikah dua kali, tanamnya dua hektar,” usul Ganjar disambut tawa masyarakat.

Ketua Relawan Gunung Lawu Giyatno mengatakan, kondisi lereng Gunung Lawu saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dia sepakat dengan Ganjar, selain menanam pohon, edukasi kepada masyarakat adalah poin utama.

“Sebab yang memanfaatkan lahan itu masyarakat, selama ini mereka menebang pohon untuk memanfaatkan lahan. Jadi, sosialisasi dan edukasi harus ditingkatkan. Kalau bisa, pohon yang ditanam juga yang bermitos misalnya beringin, pereh, bulu. Sehingga, masyarakat takut untuk menebang,” ujar Giyatno. yds

You Might Also Like

YBWSA Siapkan Sekolah Berkonsep Boarding School untuk Cetak Siswa Berkarakter
Soal Ibadah Haji, Sampai Saat Ini Belum Ada Informasi dari Negara Arab
Protokol Harus Rapi, Tegas dan Sumringah
Dampak Awan Panas Merapi, Hujan Abu Terjadi di Cepogo
Umat Hindu Klaten Gelar Upacara Melasti Secara Terbatas
TAGGED:gubernur ganjar pranowohutan gunung lawukabupaten karanganyarpenanaman pohon
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?