By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pengunjung Puncak Borobudur Dibatasi
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pengunjung Puncak Borobudur Dibatasi

Last updated: 13 Februari 2020 18:45 18:45
Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2020 18:45
Share
Pengunjung Candi Borobudur dibatasi naik ke teras lantai 9 dan 10. Foto: dok. Balai Konservasi Borobudur
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com) – Balai Konservasi Borobudur (BKB) mengambil kebijakan untuk membatasi kunjungan pada teras lantai 9 dan 10 Candi Borobudur untuk kunjungan umum, sunrise dan sunset. Kebijakan itu diberlakukan mulai Kamis (13/2/2020) sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Untuk sementara di lantai 9 dan 10 dilakukan monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kerusakan di lantai tersebut,” kata Tri Hartono, Kepala Balai Konservasi Borobudur di Magelang.

Dikatakan, pengunjung masih bisa melihat dan menikmati puncak stupa pada lantai 8. Kendati demikian kegiatan yang berhubungan dengan ritual keagamaan termasuk jika ada tamu negara yang datang tetap diperbolehkan.

Pembatasan kunjungan pada struktur Candi Borobudur lantai 9 dan 10, dilakukan dalam rangka kegiatan monitoring struktur stupa teras dan stupa induk Candi Borobudur

Ia menyampaikan berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lantai 9 dan 10 mengalami kerusakan hampir 30 persen dan di tangga naik mengalami kerusakan hampir 40 persen. “Kerusakannya bermacam-macam, keausannya ada yang hanya satu milimeter, ada yang 2 sentimeter, bahkan ada yang 4 sentimeter,” katanya.

Keputusan untuk monitoring ini tujuannya agar bagian paling suci, terutama di stupa induk dan Arupadatu tersebut bisa lebih terawat. “Kalau kerusakan dibiarkan terus-menerus kita akan kehilangan satu warisan budaya yang berarti bagi bangsa Indonesia. Kita berharap warisan ini bisa tersambungkan ke generasi yang akan datang,” katanya.

Perilaku pengunjung juga menjadi sorotan, karena dinilai sering kurang mendukung pelestarian Candi Borobudur. Sering dijumpai di bagian teras tingkat 8, 9, dan 10 Candi Borobudur. Salah satu akibat yang bisa dilihat pada stupa yang sering diduduki atau dipanjat adalah ausnya padma pada bagian lapik stupa, nat-nat bantu di lantai teras dan stupa 9 dan 10. yds

You Might Also Like

Digelar 9-13 Juli 2025, Temanggung Sepekan 2025 Sajikan Wisata, Budaya, Kuliner dan Potensi Lokal
Kementerian ESDM Ungkap Ada 4.578 Pemohon Konversi Motor BBM ke Listrik
Cegah Wabah Corona, Papda Bagikan Masker ke Pedagang dan Nelayan
FH Unissula Helat Lokakarya Internasionalisasi Kurikulum 
PSIS Pinjamkan Brandon Scheunemann ke Persipura Jayapura untuk Tambah Jam Terbang
TAGGED:candi borobudurmagelang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?