REMBANG (Jatengdaily.com) – Udara pagi di Pabrik Semen Gresik Rembang pada Senin (7/10) terasa berbeda. Di antara deru mesin dan hamparan bukit kapur yang kokoh berdiri, puluhan wajah penuh antusias tampak berbaris rapi, mengenakan helm keselamatan dan rompi kuning menyala.
Mereka bukan karyawan pabrik, melainkan para Tukang Hebat—55 tukang bangunan dari Grobogan dan wilayah sekitar yang hari itu mendapat kesempatan langka: melihat dari dekat jantung industri semen nasional.
Program Tukang Hebat merupakan inisiatif PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), sebagai bentuk apresiasi kepada para tukang bangunan—para pekerja tangguh yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan di berbagai pelosok negeri.
Melalui kegiatan plant tour, mereka diajak menelusuri setiap sudut pabrik, menyaksikan proses panjang perubahan batu kapur menjadi semen yang siap menopang pondasi rumah, sekolah, hingga jembatan di seluruh Indonesia.
“Biasanya kami cuma tahu semen itu datangnya dari toko bangunan. Hari ini, kami lihat sendiri bagaimana prosesnya. Luar biasa,” ujar Wagimin, tukang asal Purwodadi, dengan mata berbinar.
Bersama rekan-rekannya, Wagimin mengikuti setiap penjelasan dengan seksama. Dari ruang kendali berteknologi tinggi hingga area pembakaran klinker bersuhu ribuan derajat, mereka menyaksikan perpaduan antara mesin modern dan kecermatan manusia yang menjadikan Semen Gresik tetap unggul dalam kualitas.
Tak hanya berkeliling, para peserta juga mendapat pelatihan singkat tentang penggunaan semen yang baik, teknik pencampuran yang efisien, hingga praktik langsung yang dipandu oleh instruktur berpengalaman.
Suasana pelatihan berlangsung hangat—penuh tanya jawab, canda, dan kekaguman. Di akhir acara, mereka pun mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan.
Menurut Manager of Sales Area PT Semen Gresik, Bowo Pambudiarso, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan pabrik, melainkan bentuk nyata komitmen perusahaan untuk membangun sinergi dengan para pelaku lapangan.
“Melalui plant tour ini, kami ingin memberikan pemahaman lebih dalam tentang keunggulan produk dan teknologi kami, agar para tukang semakin percaya diri menggunakan Semen Gresik di setiap proyek pembangunan,” ujarnya.
Lebih jauh, Bowo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan bangunan, tetapi juga oleh tangan-tangan terampil para tukang yang merangkai bata demi bata menjadi karya nyata.
“Semen Gresik berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas tukang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus strategi jangka panjang perusahaan,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Gunadi, tukang asal Grobogan, bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai momen berharga dalam hidupnya.
“Baru kali ini ada perusahaan besar yang mengajak kami belajar langsung dari sumbernya. Ini sangat bagus, semoga Semen Gresik semakin jaya,” tuturnya penuh semangat.
Di bawah langit Rembang yang perlahan meredup sore itu, rombongan Tukang Hebat meninggalkan kawasan pabrik dengan membawa lebih dari sekadar pengetahuan baru.
Mereka pulang dengan rasa bangga—karena kini mereka tahu, setiap karung semen yang mereka aduk bukan hanya bahan bangunan, melainkan hasil dari kolaborasi besar antara teknologi, komitmen, dan kerja keras manusia Indonesia. St


