By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: 2026, Insentif Guru Agama di Jateng Dinaikkan Jadi Rp 300 Miliar
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

2026, Insentif Guru Agama di Jateng Dinaikkan Jadi Rp 300 Miliar

Last updated: 11 Oktober 2025 12:30 12:30
Jatengdaily.com
Published: 11 Oktober 2025 12:30
Share
Wagub Jateng Taj Yasin. Foto: Prov Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) secara konsisten menyalurkan insentif guru agama di wilayahnya. Tak ayal, upaya itu menuai apresiasi dari sejumlah lembaga.

Sebagai informasi, Pemprov Jateng pada 2025 mengalokasikan anggaran Rp250 miliar untuk insentif guru agama, pada 2026 rencananya akan dinaikkan menjadi Rp300 miliar.

Insentif guru agama diberikan untuk seluruh pengajar agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng, penerima insentif guru agama Islam pada 2025 sebanyak 225.187 orang, Kristen 4.430 orang, Katolik 475 orang, Hindu 180 orang, Buddha 545 orang dan Konghuchu sebanyak 13 orang.

Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Taufiq Abdulqadir Assegaf mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng merupakan
contoh konkret peran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat berbasis nilai keagamaan dan moralitas.

Ia menilai, model kebijakan yang berpihak pada guru agama dan penghafal kitab suci ini layak direplikasi di wilayah lain.

“Program ini sejalan dengan misi Rabithah Alawiyah dalam memperkuat peran ulama dan tokoh agama sebagai penuntun umat di tengah tantangan zaman,” kata Taufiq forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Semarang pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Pada acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan, selama kurang lebih enam tahun terakhir Pemprov Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan anggaran sebesar Rp260 hingga Rp270 miliar dari APBD untuk mendukung guru-guru agama dan para penghafal kitab suci di seluruh Jawa Tengah.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, penghargaan tersebut diberikan bukan hanya kepada penghafal Al-Qur’an, melainkan juga penghafal kitab suci dari agama-agama lain.

“Di Jawa Tengah, kami tidak hanya memberi penghargaan untuk penghafal Al-Qur’an, tetapi juga kitab suci agama lain sebagai bentuk toleransi,” jelasnya.

Meski begitu, mayoritas penerima penghargaan sejauh ini adalah para penghafal Al-Qur’an.

“Kami memberikan penghargaan langsung, tanpa proposal, satu juta rupiah per orang, sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah Jawa Tengah. Bahkan ada hafiz dari Papua yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih,” kata Taj Yasin. she 

You Might Also Like

Penumpang Pertama Sriwijaya Air SJ-182 yang Teridentifikasi Warga Sepatan Tangerang
Hadiri Festival Rangkul, Wali Kota Semarang Terpesona Camilan dari Bahan Bekatul 
Polri Janji Ungkap Kasus Penembakan di Rumah Kadivpropam Yang Tewaskan Brigadir J
Bantuan Sembako untuk Mitra Gojek
Jateng Berkibar di Peparnas 2024
TAGGED:Insentif Guru Agamataj yasin
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?