SEMARANG (Jatengdaily.com) – Di lantai enam Gedung V Universitas Semarang (USM), suasana Jumat (17/10/2025) siang itu terasa penuh semangat. Ratusan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) duduk berkelompok, menyimak dengan saksama setiap kata yang keluar dari pembicara di depan ruangan. Bukan kuliah biasa, melainkan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) — ajang bagi para calon pemimpin muda untuk belajar mengelola diri dan organisasi dengan semangat akademis, etis, dan humanis.
Kegiatan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP USM ini mengusung tema “Mewujudkan Mahasiswa Aktif, Berkarakter, Kepemimpinan Berbasis Akademis, Etis, dan Humanis.” Hadir sebagai pemateri utama, Sudarmono, S.E., M.M., Kepala Subbagian Kemahasiswaan USM, yang membawakan materi “Dasar-Dasar Organisasi.”
Dengan gaya penyampaian yang hangat dan inspiratif, Sudarmono mengingatkan para mahasiswa bahwa organisasi bukan sekadar kumpulan kegiatan, melainkan tempat belajar yang sesungguhnya.
“Jangan takut sibuk berorganisasi, karena di sanalah kalian belajar memimpin masa depan,” ujarnya penuh semangat, disambut tepuk tangan para peserta.

Ia menjelaskan, melalui organisasi, mahasiswa akan ditempa untuk memiliki kemampuan memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Namun, Sudarmono juga menyampaikan keprihatinan atas menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi di kampus.
“Sekarang banyak mahasiswa yang kurang antusias ikut organisasi. Padahal di USM ada 61 organisasi mahasiswa yang bisa diikuti. Di sana kamu bisa belajar banyak hal yang tak kamu temui di ruang kuliah — seperti berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan mengelola kegiatan,” katanya menegaskan.
Materinya mengalir ringan, tetapi sarat makna. Ia menguraikan tentang unsur-unsur dasar organisasi: struktur, pembagian tugas, fungsi, dan koordinasi antarbagian. Menurutnya, keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab menjadi kunci agar organisasi berjalan harmonis dan efektif.
Tak hanya mendengarkan, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman. Beberapa mahasiswa tampak antusias bertanya tentang cara menghadapi konflik dalam organisasi dan bagaimana menjaga motivasi anggota. Suasana terasa hidup dan penuh rasa ingin tahu.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur BEM FTP USM, Muhammad Naufal Kurniawan, Ketua Panitia Fifi Madawizati, serta sekitar 100 peserta yang merupakan mahasiswa baru FTP.
Dalam sambutannya, Muhammad Naufal Kurniawan menegaskan bahwa LKMM-TD merupakan bagian penting dari upaya membentuk karakter mahasiswa FTP agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara kepribadian.
“Kami ingin mahasiswa FTP USM menjadi generasi muda yang berintegritas, memiliki kepekaan sosial, dan mampu memimpin dengan hati,” ujarnya.
Bagi para peserta, LKMM-TD bukan sekadar pelatihan formal. Di ruangan itu, mereka belajar tentang makna kebersamaan, tanggung jawab, dan keberanian mengambil peran. Ada yang mencatat serius, ada pula yang tersenyum saat menyadari bahwa menjadi pemimpin ternyata lebih dari sekadar memberi perintah — tapi tentang menginspirasi dan melayani.
Menjelang penutupan, suasana terasa hangat. Para peserta saling bertepuk tangan, menandai semangat baru yang tumbuh di dada mereka. Dari ruangan di lantai enam itu, mungkin akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan — yang tak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berjiwa humanis, sebagaimana pesan besar dari kegiatan ini: memimpin dengan akal, hati, dan empati. St


