
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang dipastikan akan dipenuhi lautan manusia malam ini, Sabtu (25/10), saat ribuan warga Nahdliyyin dan masyarakat umum hadir dalam Pengajian Akbar dan NU Bershalawat sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 Kota Semarang.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini akan menghadirkan suasana religius dan penuh semangat kebangsaan. Ketua PCNU Kota Semarang Dr KH Anasom, M.Hum., didampingi Ketua Panitia HSN 2025 Farid Zamroni, mengatakan bahwa kegiatan ini akan diisi dengan lantunan shalawat dan tausiah dari tokoh-tokoh ternama seperti H Kirun Srimulat, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dari Tegalrejo Magelang, dan Gus Huda Santri Ndalan Semarang.
“Mari hadir bersama-sama menyemarakkan NU Bershalawat di Simpanglima. Ini momentum kebersamaan dan kebanggaan kita sebagai santri dan warga Nahdliyyin,” ajak KH Anasom.
Tak hanya masyarakat, jajaran pejabat pusat dan daerah juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Dr KH Abu Rokhmad, Direktur Zakat dan Wakaf Prof Dr Waryono Abdul Ghofur, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Dr H Saiful Mujab, Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad MA, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.
Empat Belas Rangkaian Kegiatan
Menurut Farid Zamroni, peringatan HSN 2025 di Semarang diisi empat belas kegiatan besar yang digelar sejak awal Oktober. Ia menyebut, Apel Hari Santri di halaman Balai Kota Semarang menjadi pembuka yang meriah.
“Peserta upacara dihibur dengan penampilan Tari Saman Ratoh Jaroe dari SMA Nasima—juara Grand Prix di Paris—serta Pencak Silat Pagar Nusa, paduan suara Universitas Wahid Hasyim, dan Marching Band Arimbi,” ujarnya.
Semangat kebersamaan juga terwujud dalam kegiatan Gebyar Ayo Membatik, kolaborasi Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU dengan Bunda PAUD dan PKK, yang sukses memecahkan rekor MURI dengan diikuti 26.000 murid TK Tarbiyatul Atfal se-Jawa Tengah di GOR Jatidiri (2/10).
Dari Ziarah hingga Pengobatan Gratis
Rangkaian HSN juga diwarnai kegiatan sosial dan spiritual. JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Muktabaroh An-Nahdliyyah) menggelar pelantikan, pembekalan, dan konsolidasi di Rumah Dinas Wali Kota Manyaran (19/10).
Sementara pengobatan gratis digelar Jumat (24/10) bekerja sama dengan Masjid Raya Baiturrahman dan RSI Sultan Agung Semarang.
Para kiai dan warga NU pun menggelar ziarah ke makam KH Abdullah Sajad Sendangguwo, serta wisata religi Wali Pitu di Pulau Bali. Tak ketinggalan, PCNU mengadakan lomba ucapan “greeting” Hari Santri melalui YouTube dan TikTok yang diikuti santri, badan otonom, dan MWC NU se-Kota Semarang.
Tasyakuran dan Saintek Bershalawat
Puncak syukur juga diwujudkan dalam Tasyakuran Hari Santri 2025 di Gedung Baru PCNU Jalan Puspogiwang I (21/10), bersamaan dengan peluncuran buku “Tokoh Kiai NU Semarang.”
Rangkaian akan ditutup dengan Pengajian Selapan Jumat Legi Kitab Kiai Sholeh Darat di NU Center Podorejo, Ngalian (31/10), dan Saintek Bershalawat di Auditorium Tgk Ismail Ya’qub Kampus III UIN Walisongo (4/11).
Ketua Tim Pengarah Saintek Bershalawat, Dr H Agus Fathuddin Yusuf, MA, mengajak masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai momentum refleksi dan silaturahmi.
“Hari Santri bukan hanya milik warga NU, tetapi milik bangsa Indonesia. Mari kita sukseskan bersama sebagai wujud cinta kepada agama dan tanah air,” katanya.
Dengan lantunan shalawat yang akan menggema malam ini di jantung Kota Semarang, Hari Santri 2025 bukan sekadar perayaan — tetapi manifestasi cinta santri untuk Indonesia. St
0



