By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jadi Simbol Gotong Royong, Wali Kota Agustina Wilujeng Apresiasi Kirab Gunungan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jadi Simbol Gotong Royong, Wali Kota Agustina Wilujeng Apresiasi Kirab Gunungan

Last updated: 27 Oktober 2025 05:49 05:49
Jatengdaily.com
Published: 27 Oktober 2025 05:10
Share
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.Foto:dok
SHARE
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana semarak dan penuh warna mewarnai kawasan Taman Tirto Asri, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (26/10).

Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan karnaval dan kirab budaya pawai gunungan hasil bumi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.

“Luar biasa keren acaranya, karena dapat kita lihat dari suasana kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam upayanya melestarikan warisan budaya,” ujar Agustina di sela pembukaan acara.

Menurutnya, kirab gunungan bukan sekadar pawai budaya, melainkan simbol rasa syukur warga atas limpahan hasil bumi. Gunungan yang tersusun dari sayur-mayur, buah-buahan, dan aneka hasil tani menggambarkan kesuburan tanah Semarang sekaligus mengingatkan pentingnya kemandirian pangan.

“Gunungannya isinya macem-macem, ada lombok, kacang panjang, terong, tomat, dan banyak lainnya. Melalui pawai gunungan ini saya bisa melihat kemandirian Kota Semarang atas pangannya,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Kecamatan Mijen menghadirkan empat belas gunungan unik, masing-masing mewakili kelurahan setempat. Warga tampak antusias mengikuti kirab dengan mengenakan busana tradisional dan mengarak hasil bumi keliling kawasan Taman Tirto Asri.

Wali Kota menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama di balik suksesnya kegiatan ini. “Inilah uniknya Mijen, acara kirabnya tidak cuma ditunggu, tetapi disiapkan bareng-bareng. Hebatnya lagi, kegiatan ini tidak menggunakan APBD sama sekali. Semua murni partisipasi warga,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar hiburan, kirab budaya ini juga menjadi ruang interaksi lintas generasi, tempat nilai-nilai kearifan lokal diwariskan kepada anak muda.

“Apalagi momentumnya Hari Sumpah Pemuda, saya harap ini tidak berhenti jadi tontonan, tapi juga tuntunan bagi generasi muda agar makin mencintai budayanya, memahami akar tradisinya, serta menanamkan lagi spirit kebangsaan,” tegasnya.

Agustina juga menambahkan bahwa kirab budaya memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata lokal yang berdampak positif pada ekonomi warga. “Rencana awalnya Agustus, tapi karena situasi politik diundur. Ternyata justru lebih bagus, penontonnya ramai, UMKM-nya hidup, ekonomi berputar,” ungkapnya.

Karnaval dan kirab budaya ini menjadi puncak dari rangkaian gelar budaya Kecamatan Mijen. Sehari sebelumnya, Sabtu (25/10), warga disuguhi pertunjukan Kuda Lumping Turonggo Cipto Budoyo dan Wayang on the Street.

Malam penutupan akan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit, menandai harmoni antara modernitas dan akar budaya tradisional Kota Semarang.

“Matur nuwun kepada Kecamatan Mijen dan seluruh masyarakat yang telah mengemas peringatan Sumpah Pemuda ini dengan semarak, penuh kreativitas, dan berjiwa lokal. Hari ini sudah hebat, semoga tahun depan tambah hebat lagi,” pungkas Agustina penuh semangat. she

You Might Also Like

Peringati hari Jadi Humas Polri ke-69, Polisi dan Wartawan Gelar Baksos di Pemalang
Kenaikan Tahta Mangkunegara X Diiringi Tarian Sakral Bedhaya Anglir Mendhung
DPR dan Pemerintah Apresiasi Langkah Pertamina Amankan Pasokan LPG 3kg
Beri Diskon Harga Tiket bagi Dosen dan Alumni, USM Jalin Kerja Sama dengan PT KAI
Brigjen Endar Priantoro Kembali Jabat Dirdik KPK
TAGGED:Agustina WilujengJadi Simbol Gotong RoyongRayakan Kirab BudayaSebut Pawai Gununganwali kota semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?