By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: Puncak Penghujan November-Desember 2025, Masyarakat Diminta Waspada
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Puncak Penghujan November-Desember 2025, Masyarakat Diminta Waspada

Jatengdaily.com
Published: 4 November 2025 06:00
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Pesawat rekayasa cuaca yang terbang di atas langit Jawa Tengah mampu mengurangi curah hujan hingga 70 persen. Meski demikian, masyarakat Jawa Tengah dihimbau untuk waspada karena puncak hujan diprediksi terjadi pada November-Desember 2025 ini.

Sebanyak 48 sortie penerbangan telah dilakukan hingga hari ini untuk rekayasa cuaca. Setiap kali terbang, membawa 1 ton NaCl atau total 48 ton yang telah disemai di langit Jawa Tengah, khususnya wilayah Pantura.

“Kalau hitungan persentase (mengurangi) 70 persen. Daerah mana saja yang perlu diintervensi? Wilayah yang masih ada genangan atau hulu sungai yang mengarah ke pantura,” kata Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, dilansir dari laman humas prov Jateng Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, rekayasa cuaca itu dilakukan karena curah hujan dalam beberapa pekan terakhir melebihi normal. Jika tidak ada intervensi itu, upaya penanganan banjir di wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya semakin berat.

Ditambahkan, rekayasa cuaca sebenarnya tidak perlu dilakukan, jika semua infrastruktur penanggulangan banjir berjalan baik. Curah hujan yang tinggi bisa mengalir lancar dan tertampung di drainase. Kemudian pompanisasi yang mengalirkan air ke laut juga lancar. Di sisi lain, tampungan air di kolam retensi juga optimal.

“Awan yang berpotensi membawa hujan ke daratan, maka diantisipasi. Usahakan tidak masuk ke daratan. Hujan diarahkan ke perairan atau laut,” jelas Agus.

Namun, keberhasilan rekayasa cuaca itu tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya faktor penanganan bencana banjir.

Supervisi Operasional Modifikasi Cuaca Posko Jawa Tengah BMKG Pusat, Fikri Nur Muhammad, mengimbau warga agar tetap waspada. Dia meminta warga mengantisipasi jika terjadi curah hujan tinggi.

“Ini peralihan musim kemarau ke musim penghujan, jadi harus waspada. Dan puncak hujan di November-Desember, akan terjadi hujan yang signifikan,” sorot Fikri. she 

You Might Also Like

Hasil Rekapitulasi Pilkada Demak; Eisti-Alim 56,82 %, Mugi-Hebad 43,18%
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama
Serunya Dedy Corbuzier & Syafii Efendi Ajak Mahasiswa untuk Selalu Sehat
Masjid Baitussalam Serahkan Bantuan Gempa Cianjur Rp12,5 juta
Radio USM Jaya Juara 3 Karya ILM Radio Terbaik di Ajang Anugerah KPID Award Jateng 2024
TAGGED:Masyarakat Diminta WaspadaPuncak Penghujan November-Desember 2025
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?