By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemerintah Intensifkan Upaya Evakuasi dan Penyediaan Hunian Sementara Korban Tanah Longsor Banjarnegara dan Cilacap
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemerintah Intensifkan Upaya Evakuasi dan Penyediaan Hunian Sementara Korban Tanah Longsor Banjarnegara dan Cilacap

Last updated: 21 November 2025 18:21 18:21
Jatengdaily.com
Published: 21 November 2025 18:21
Share
Menko PMK Pratikno saat meninjau proses penanganan darurat bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara/Foto: Kemenko PMK
SHARE
Menko PMK Pratikno saat meninjau proses penanganan darurat bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara/Foto: Kemenko PMK

BANJARNEGARA (Jatengdaily.com)- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan setelah kabar bencana di Banjarnegara dan Majenang, Presiden segera memberikan perintah untuk turun ke lokasi dan memastikan seluruh upaya penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau proses penanganan darurat bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.

“Sejak adanya berita tanah longsor di Cilacap Majenang dan Banjarnegara, Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kami, Kepala BNPB dan Menko PMK, untuk segera turun ke lapangan. Kemarin kami melaporkan di Bekasi, dan hari ini saya menyusul Kepala BNPB untuk melihat langsung di lapangan,” ujar Pratikno seperti yang dilansir dari laman InfoPublik Jumat (21/11/2025).

Ia melanjutkan, kondisi terbaru di titik longsor dari total 28 korban yang diperkirakan tertimbun, satu orang telah ditemukan selamat dan satu ditemukan meninggal, sehingga masih ada 26 orang yang belum ditemukan. Kondisi tanah masih bergerak dan retakan semakin melebar, ia pun meminta semua pihak tetap waspada.

Pratikno juga menjelaskan kondisi lapangan yang masih sangat labil membuat proses pengerahan alat berat tidak dapat dilakukan secara cepat. Retakan tanah yang terus melebar serta keberadaan embung di bagian atas kawasan longsor mengharuskan seluruh langkah dikerjakan dengan ekstra hati-hati.

Pemerintah juga menghadirkan ahli geologi untuk memastikan keamanan tim penyelamat, sekaligus mengatur strategi penanganan. Sejumlah alat berat yang sebelumnya digunakan di lokasi longsor Cilacap–Majenang juga mulai digeser ke Banjarnegara dan dikerahkan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Tidak mudah untuk mengerahkan alat berat ke sini. Sekarang alat berat yang di Cilacap Majenang sudah dikerahkan ke sini, dan kita hadirkan ahli geologi untuk menjamin keamanan, karena di atas ada embung yang harus dipikirkan penyaluran airnya,” ujar Pratikno.

Pemerintah menjalankan dua langkah utama dalam penanganan darurat, yaitu penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Ia juga memastikan bahwa hunian sementara (huntara) segera disiapkan. Lahan telah disediakan pemerintah daerah sehingga BNPB dapat langsung membangun.

“Pertama, tentu saja kita lakukan penyelamatan. Kedua, bagi para korban yang dipindahkan, kita jamin pengungsiannya, termasuk logistik, kesehatan, dan pendampingan psikologis. Pemerintah pusat mendukung penuh langkah pemerintah daerah,” kata Pratikno.

Kepala BNPB Suharyanto menambahkan bahwa penanganan darurat di Banjarnegara dan Majenang dilakukan dengan prinsip yang sama. Perbedaan kecepatan evakuasi terjadi semata-mata karena kondisi geologi yang berbeda. Tanah di Banjarnegara masih labil sehingga tim evakuasi belum bisa bekerja secara penuh. Upaya modifikasi cuaca terus dilakukan agar proses penyisiran dapat berlangsung lebih optimal.

“Jadi jangan diisukan kok di sana cepat, di sini lambat. Ini faktor alam, tanah di sini masih bergerak sehingga tim belum bisa leluasa. Hari ini kita upayakan tidak hujan sehingga besok bisa dilakukan pencarian secara manual dan menggunakan pompa alkon,” jelas Kepala BNPB.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas dua hektare bekerja sama dengan pemerintah desa untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.

Sebagai informasi, longsor di Dusun Situkung terjadi pada Sabtu sore (15/11/2025), dipicu intensitas hujan lebat selama tiga jam. Dampak bencana antara lain dua warga meninggal dunia, 27 diduga hilang, 917 jiwa mengungsi, 48 rumah rusak berat, serta satu ruas jalan terdampak. Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan dukungan BNPB, Kemenko PMK, Kemensos, Kemenkes, Basarnas, dan unsur TNI-Polri. she 

You Might Also Like

Lalu Lintas Tol Menuju Solo Padat, Polisi Terapkan Contraflow
Pemprov Jamin Kebutuhan Pengungsi Merapi, Sudah Dievakuasi di Posko Pengungsian
Raih Gold Champion pada Indonesia WOW Brand 2023, Perkuat Posisi Semen Gresik sebagai Merek Unggulan di Tanah Air
Mahasiswa KKN Undip Ajak Generasi Milenial Bermedsos dengan Prinsip THINK
Pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Gagal, DPRD Sudah Sering Warning Dinas agar Pilih Kontraktor Berkualitas
TAGGED:anah Longsor BanjarnegaraLongsor Cilacap
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?