SEMARANG (Jatengdaily.com) – Satupena Jawa Tengah akan menyelenggarakan kegiatan Parade Baca Puisi Esai tentang Perempuan dan Bencana di Ruang Audio-Visual Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Jalan Prof. Soedarto, S.H., Banyumanik, Semarang. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Senin, 22 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB.
Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie didampingi Sekretaris Umum Mohammad Agung Ridlo, menyampaikan, pemilihan waktu pelaksanaan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu bukan tanpa alasan. Menurutnya, Hari Ibu merupakan ruang refleksi yang penting bagi masyarakat.
“Hari Ibu boleh dikatakan sebagai ruang refleksi. Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk membaca ulang peran ibu dalam kehidupan personal dan sosial,” ujar Gunoto Saparie saat ditemui di Sekretariat Satupena Jawa Tengah, Jalan Taman Karonsih I, Semarang.
Ia menambahkan, sosok ibu kerap hadir dalam kerja-kerja sunyi yang jarang tercatat dalam sejarah resmi.
Ketabahan, pengorbanan, dan daya tahan ibu, terutama ketika berhadapan dengan situasi krisis, sering kali luput dari perhatian publik. Melalui puisi esai, Satupena Jawa Tengah berupaya merekam pengalaman tersebut sekaligus memberikan kesaksian sosial.
Dalam kegiatan ini, menurut Gunoto, para penyair yang tergabung dalam Satupena Jawa Tengah akan mengeksplorasi tema perempuan dan bencana.
Tema tersebut dipilih karena bencana alam dalam beberapa waktu terakhir semakin sering terjadi dan berdampak luas, terutama bagi perempuan dan ibu yang berada di lapis paling rentan.
“Puisi esai memadukan rasa, ingatan, dan fakta. Pengalaman ibu tidak hanya dihadirkan sebagai emosi, tetapi juga sebagai realitas sosial yang perlu dipahami dan dipedulikan,” katanya.
Ia menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu, sering memikul beban ganda, baik domestik, ekonomi, dan sosial, yang semakin berat ketika bencana datang.
Puisi esai, lanjutnya, menjadi medium yang memberi suara pada kisah-kisah ibu yang kerap terpinggirkan, sekaligus membuka ruang empati dan kesadaran kolektif. Dengan pendekatan naratif dan faktual, puisi esai diharapkan mampu menjembatani dunia sastra dengan realitas sosial yang konkret.
Menurut rencana, kegiatan Parade Baca Puisi Esai ini akan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Fx. Bambang Suranggono. Selain itu, Ketua Umum Satupena Pusat, Denny JA, juga akan memberikan sambutan tertulis yang akan dibacakan dalam acara tersebut.
“Satupena Jawa Tengah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan sastra, tetapi juga menjadi ruang perenungan bersama tentang perempuan, ibu, dan kemanusiaan di tengah situasi bencana yang kian kompleks,” pungkasnya.St
0



