SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unissula menggelar pelatihan literasi digital untuk ibu-ibu PKK di Keluarahan Gedawang, Kota Semarang.
Acara tersebut berlangung di Kantor Kelurahan Gedawang, Jl. H. Suradi, Jumat (9/1/2026).
Dosen Ilmu Komunikasi Dian Marhaeni dalam kesempatan ini menjelaskan tentang modus-modus penipuan yang terjadi pada akhir-akhir ini, dan mengajak ibu-ibu untuk menilai suatu informasi hoaks atau bukan.
Sementara itu, dosen SeIky Putri Aristhya mengatakan, ibu-ibu, lansia dan perempuan adalah kelompok rentan yang terkena penipuan. OJK mencatat, perempuan sebagai target utama.
Data pada pertengahan 2025 lalu, yang dikeluarkan oleh AISC (Indonesia Anti-Scam Centre), sebagai Pusat Pengaduan, Koordinasi dan edukasi Nasional untuk memberantas penipuan digital, telah memblokir 71 ribu rekening, menyelamatkan dana masyarakat sebanyak 349,3 Miliar dan mencegah potensi kerugian sebanyak 4,6 triliun.
Acara sendiri dibuka oleh Ketua Lurah, Sri Suwanti, S.STP, menyambut gembira terselenggaranya acara ini, sebagai langkah preventif untuk menanggulangi korban penipuan di Wilayahnya. “Jangan sampai warga kita menjadi agen penyebar hoaks, apalagi korban penipuan yang marak akhir-akhir ini,” ujarnya.
Love scamming dan phising merupakan hal yang paling sering terjadi, saat ini. Terutama untuk ibu rumah tangga, harus waspada aplikasi yang berbentuk file. Dimana diminta untuk segera di klik, entah dengan modus undangan pernikahan, file resi kiriman paket dan hal lainnya.
“Oleh karena itu, ibu-ibu harus mampu mengendalikan emosi dengan menahan diri untuk mengikuti petunjuk yang tiba-tiba dan memaksa,” ujar Iky Putri dalam penjelasannya.
Program Pengabdian Masyarakat ini, juga mengundang Narasumber dari Mafindo (masyarakat anti fitnah indonesia), yang diwakili oleh Nani Hidayati, M.Pd.
Nani mengingatkan kepada peserta untuk selalu melakukan ABCD. “Amati, Baca, Cek, Diskusikan, Ingat yaa ibu-ibu kita harus selalu ABCD. Jangan terlalu cepat-cepat merespon” Tegas Bu Nani,, dalam paparannya.
Penipuan akan terus menggunakan modus terbaru sesuai dengan perkembangan teknologi. Untuk itu, kita masing-masing individu harus menguatkan diri sendiri, untuk waspada. she
0



