SEMARANG (Jatengdaily.com)– Salah satu mahasiswa Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Linggar Ridha Kawasa, mengikuti International Internship program yang didanani oleh Enhancing Quality Education for International University Recognition (EQUITY Project) UNDIP
dalam Program ALBIC di Universiti Putra Malaysia (UPM). Program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui program international student exchange (outbound) selama satu bulan di universitas berkelas dunia tersebut, Linggar memperoleh pengalaman akademik dan riset internasional yang memperkuat kompetensi global mahasiswa UNDIP.
Selama mengikuti program, Linggar berada di bawah bimbingan dan pengawasan Ketua Departemen Biologi FSM UNDIP, Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, M.Si., Ph.D, serta Prof. Dr. Natrah Fatin Binti Mohd Ikhsandari dari Research Center ALBIC Universiti Putra Malaysia.

International Internship Program ALBIC UPM dirancang untuk memberikan pengalaman global melalui kegiatan magang berbasis riset dengan pendekatan eksperimental. Dalam program ini, Linggar mengangkat judul penelitian “Live Food Berbasis Mikroalga Chaetoceros sebagai Sumber Nutrisi Alami pada Tahap Pre-Harvest Udang Putih Pasifik (Litopenaeus vannamei)”.
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan pakan perikanan ramah lingkungan berbasis mikroalga, sekaligus menganalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan organisme budidaya dan kualitas perairan. Proyek diawali dengan proses kultur mikroalga Chaetoceros melalui peningkatan skala (up-scale), dilanjutkan dengan perhitungan kepadatan sel serta pemantauan laju pertumbuhan mikroalga secara berkala. Data pertumbuhan digunakan untuk memastikan mikroalga mencapai kepadatan dan fase pertumbuhan optimal sebelum diaplikasikan sebagai pakan alami pada tahap pre-harvest.
Prof. Sapto Purnomo Putro menyampaikan bahwa program internasional ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas global mahasiswa, yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian QS World University Rankings (QS WUR) dan THE Impact Rankings.
“Melalui partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik dan riset internasional, UNDIP tidak hanya memperkuat reputasi global, tetapi juga membangun kompetensi akademik yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa Universiti Putra Malaysia (UPM) merupakan salah satu perguruan tinggi dengan reputasi internasional unggul di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan pemeringkatan QS WUR, UPM menempati peringkat ke-4 Asia Tenggara, sehingga menjadi mitra strategis bagi UNDIP dalam penguatan kolaborasi akademik dan riset.
Program internship ini dilaksanakan pada 24 November hingga 17 Desember 2025 dan dinilai selaras dengan orientasi riset UNDIP yang menitikberatkan pada pengembangan lingkungan wilayah tropis, pantai, dan pesisir, termasuk pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Pendekatan riset yang dilakukan diharapkan mampu menghasilkan inovasi pakan perikanan berkelanjutan yang dapat diterapkan di Indonesia. Dalam jangka panjang, inovasi ini berpotensi mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDGs 1 (No Poverty) melalui peningkatan produktivitas perikanan pesisir, SDGs 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan pakan bernutrisi tinggi, serta SDGs 14 (Life Below Water) dengan mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Selain itu, kolaborasi dengan universitas terkemuka di Malaysia ini juga memperkuat implementasi SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan lintas negara dalam peningkatan kapasitas riset, pertukaran pengetahuan, dan dampak berkelanjutan di sektor perikanan dan ketahanan pangan global.
Sementara itu, Prof. Natrah mengatakan, selama mengikuti program di UPM, Linggar tidak hanya terlibat dalam kegiatan riset, tetapi juga mengikuti kelas praktikum, diskusi ilmiah, serta kajian terhadap berbagai penelitian, yang semakin memperkaya wawasan akademik dan pengalaman internasionalnya. she
0



