Menjaga Warisan, Menguatkan Pembuktian Ilmiah: Langkah Sido Muncul Menuju Usia 75 Tahun

6 Min Read
Brand Ambassador Tolak Angin Andy F. Noya. Foto:dok

JAKARTA (Jatengdaily.com) — Menjelang usia ke-75 tahun pada November 2026, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menegaskan kembali komitmennya pada satu hal yang sejak awal menjadi ruh perusahaan: menjaga kualitas, keamanan, dan kepercayaan konsumen lintas generasi.

Dari racikan jamu rumahan hingga produk herbal berbasis riset ilmiah, perjalanan Sido Muncul adalah kisah tentang ketekunan, inovasi, dan keberanian melangkah maju tanpa meninggalkan akar tradisi.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. Foto:dok

Kisah ini bermula hampir seabad lalu. Pada 1930, di sebuah rumah sederhana di Yogyakarta, Ibu Rahkmat Sulistio meracik jamu untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya. Racikan itu kemudian berkembang menjadi jamu godokan pada 1940, hingga akhirnya pada 1951 Sido Muncul resmi berdiri sebagai perusahaan.

Tonggak penting terjadi pada 1992, ketika Sido Muncul meluncurkan Tolak Angin cair siap minum dalam kemasan sachet—sebuah terobosan yang mengubah wajah jamu menjadi lebih praktis, higienis, dan mudah dibawa ke mana saja.

Namun, bagi Sido Muncul, inovasi tidak berhenti pada kemasan. Di balik setiap sachet Tolak Angin, tersimpan proses panjang riset dan pengujian ilmiah.

Untuk memastikan mutu dan keamanan produk, Sido Muncul menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, melakukan uji toksisitas, uji mutu bahan baku herbal, uji pra-klinis, hingga uji khasiat.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menegaskan bahwa sejak awal perusahaan tidak ingin sekadar memproduksi jamu, tetapi membangun produk herbal yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional. Setiap produk harus terjaga kualitasnya dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Irwan dalam Press Conference Paparan Uji Khasiat dan Toksisitas Tolak Angin di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Irwan mengungkapkan, sejak tahun 2000 Sido Muncul telah melakukan uji toksisitas dan uji khasiat—sebuah langkah yang pada masanya tergolong maju untuk industri jamu nasional. “Saat itu, Tolak Angin menjadi pionir produk jamu yang diuji secara ilmiah di Indonesia,” katanya.

Penelitian tidak hanya dilakukan pada Tolak Angin, tetapi juga pada produk lain seperti temulawak dan suplemen pangan. Menurut Irwan, perusahaan tidak bisa bergantung pada opini semata.

“Kami berpatokan pada hasil riset. Uji toksisitas membuktikan Tolak Angin tidak bersifat toksik, tidak merusak ginjal, hati, pankreas, serta tidak mengganggu hormon pria maupun wanita, selama digunakan sesuai dosis anjuran,” jelasnya.

Dari sisi akademik, Peneliti Tolak Angin dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc, menjelaskan bahwa uji toksisitas subkronis dilakukan sebagai syarat utama untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang. Pengujian berlangsung selama 90 hari pada tikus jantan dan betina dengan berbagai dosis, bahkan hingga setara konsumsi sembilan sachet per hari.

“Selama pengujian, kami mengamati gejala klinis, melakukan uji darah, uji kimia klinik, serta pemeriksaan histologi pada organ-organ vital,” ujar Ipang.

Hasilnya, tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan, baik pada fungsi ginjal, hati, maupun organ vital lainnya.

Peneliti lain, apt. Phebe Hendra, Ph.D, menambahkan bahwa hasil tersebut menunjukkan Tolak Angin relatif aman untuk penggunaan jangka panjang. Jika dikonversikan ke manusia, durasi 90 hari pada hewan setara dengan sekitar delapan tahun penggunaan.

“Bahkan pada dosis yang jauh lebih tinggi dari anjuran, tidak ditemukan efek toksik. Margin keamanannya cukup baik,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi khasiat, Peneliti dari Fakultas Kedokteran Undip, Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si, memaparkan bahwa uji khasiat dilakukan mulai dari hewan hingga manusia. Pemberian Tolak Angin cair selama satu minggu terbukti meningkatkan respons imun, ditandai dengan peningkatan limfosit T dan sitokin, tanpa memengaruhi fungsi ginjal maupun hati.

“Hasil uji toksisitas dan uji khasiat inilah yang menjadi syarat penting dari Badan POM, sehingga Tolak Angin dapat naik level dari jamu menjadi obat herbal terstandar,” ungkap dr. Neni.

Komisaris Independen Sido Muncul, DR. Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT, menegaskan bahwa riset dan pengujian ilmiah merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik. “Scientifically proven berarti seluruh proses produksi berbasis akademis dan profesional, bukan sekadar klaim,” tegasnya.

Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari para Brand Ambassador. Andy F. Noya menyebut keterbukaan Sido Muncul dalam membawa riset ke forum akademik sebagai bukti keseriusan menjaga mutu produk. “Kalau ada yang meragukan, silakan dibantah dengan kajian ilmiah, bukan asumsi,” ujarnya.

Sementara Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, menilai Sido Muncul berhasil membawa jamu ke level industri modern tanpa kehilangan akar tradisional. “Ini contoh bagaimana warisan nenek moyang kita dimodernisasi dengan standar ilmiah sehingga diterima secara global,” katanya.

Menutup rangkaian konferensi pers, Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menekankan pentingnya edukasi publik di tengah derasnya arus informasi. “Kami berharap paparan ilmiah hari ini menjadi rujukan yang kredibel bagi konsumen. Konsumen semakin pintar, dan tentu bisa memilih produk yang baik,” ujarnya.

Dengan berbagai varian Tolak Angin—mulai dari cair, serbuk, tablet, kapsul, hingga produk untuk anak dan flu—Sido Muncul terus melangkah, merawat kepercayaan yang telah dibangun hampir satu abad lamanya.

Sebuah perjalanan panjang dari dapur sederhana menuju panggung industri modern, dengan satu pesan yang konsisten: tradisi harus dijaga, tetapi pembuktian ilmiah adalah keniscayaan. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.