By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sarasehan Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas di USM, 11 Ribu Dosen di Jawa Tengah Menanti Kenaikan Jabatan Fungsional
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Sarasehan Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas di USM, 11 Ribu Dosen di Jawa Tengah Menanti Kenaikan Jabatan Fungsional

Last updated: 4 Maret 2026 16:38 16:38
Jatengdaily.com
Published: 4 Maret 2026 16:38
Share
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd dalam Silaturahmi dan Sarasehan tentang Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas pada 4 Maret 2026 di Ruang Teleconference lantai 8 Menara Prof Dr Muladi SH kampus Universitas Semarang. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah menghadapi pekerjaan rumah besar. Ribuan dosen di Jawa Tengah masih menanti kenaikan jabatan fungsional, mulai dari Asisten Ahli hingga Guru Besar.

Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd, mengungkapkan, sedikitnya terdapat 1.133 dosen yang perlu didorong dari Lektor ke Lektor Kepala, 3.780 Asisten Ahli, 6.762 Lektor, serta 256 Lektor Kepala yang ditargetkan naik menjadi Guru Besar.

Hal itu disampaikan dalam Silaturahmi dan Sarasehan tentang Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas yang digelar 4 Maret 2026 di Ruang Teleconference lantai 8 Menara Prof Dr Muladi SH, kampus Universitas Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang.

Kegiatan yang diikuti 90 peserta tersebut diselenggarakan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Wilayah Jawa Tengah bekerja sama dengan Yayasan Alumni Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah.

Menurut Prof Aisyah, transformasi pendidikan tinggi menjadi keharusan. Sistem pendidikan harus berdampak dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

“Akreditasi untuk perguruan tinggi itu hanya ada empat, yakni terakreditasi, tidak terakreditasi, terakreditasi unggul, dan terakreditasi internasional. Saat ini 80 persen bentuk perguruan tinggi adalah universitas. Artinya, kita melahirkan mahasiswa yang harus sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa perguruan tinggi swasta didirikan dan dikelola badan penyelenggara yang menetapkan statuta sebagai aturan dasar formal. Namun, badan penyelenggara dilarang mencampuri kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.

“Manajemen perguruan tinggi harus mendorong peningkatan mutu berkelanjutan, menjalankan otonomi secara akuntabel dan berintegritas, mengikuti akreditasi, serta konsisten melakukan evaluasi diri,” ungkapnya.

Sarasehan ini juga menghadirkan Ketua Umum ABP-PTSI Pusat Prof Dr Thomas Suyatno serta Wakil Ketua Dewan Pakar ABP-PTSI Pusat Prof Dr H Obsatar Sinaga SIP MSi. Diskusi dimoderatori Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, menegaskan bahwa Universitas Semarang merupakan kampus swasta yang lahir dari semangat alumni Universitas Diponegoro dan didukung para dosen ahli dari Undip.

“USM memiliki enam fakultas dengan 16 program studi, mulai dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknologi Pertanian, hingga Fakultas Teknik. Kami juga memiliki Pascasarjana Magister Hukum, Magister Psikologi, Magister Manajemen, serta Program Doktor Ilmu Manajemen. Alhamdulillah, USM sudah terakreditasi Unggul dan sejumlah fakultas serta prodi juga meraih akreditasi Unggul,” jelasnya.

Melalui forum ini, LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah berharap percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen dapat segera terealisasi. Sebab, peningkatan kualitas dan jenjang akademik dosen menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah, sekaligus menjawab tantangan transformasi pendidikan tinggi nasional. St

You Might Also Like

Pelajar SMA Asal Mranggen Lolos ke Final Tunggal dan Ganda Putri Bulu Tangkis Piala Rektor USM
USM dan UBB Jalin Kerja Sama
Jalin Sinergitas, Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula Gelar Pelatihan Clinical Educator untuk Perawat
Untag Semarang Gelar Orientasi Tugas Dosen dan Tendik Baru
PPKPT dan PPKS Dilebur Jadi PPK USM
TAGGED:11 Ribu Dosen di Jawa TengahMenanti Kenaikan Jabatan FungsionalSarasehan Permendiktisaintek No 52/2025RUU Sisdiknas di USM
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?