DEMAK (Jatengdaily.com)–Kegiatan yang digelar Dindagkop dan UKM Kabupaten Demak itu sebagai langkah nyata pemerintah untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya permintaan menjelang lebaran.
Bupati Demak, dr Hj Eisti’anah SE mengatakan, Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi momen yang penuh berkah, namun di sisi lain juga identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut sering kali memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran.
“Bulan Ramadan dan Idul Fitri adalah momen yang istimewa, tetapi biasanya kebutuhan masyarakat meningkat sehingga memengaruhi harga beberapa komoditas,” ujar Eisti’anah dalam sambutannya.
Menurutnya, pasar murah ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah serta menjaga ketersediaan bahan pokok agar tetap aman dan mudah dijangkau masyarakat.
“Melalui pasar murah ini kami ingin membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar,” jelasnya, didampingi Kepala Dindagkop dan UKM Iskandar Zulkarnain.
Tak hanya membantu warga memenuhi kebutuhan dapur, kegiatan ini juga memberikan subsidi pembelian sehingga harga yang ditawarkan lebih ringan dibandingkan harga pasar. Dengan begitu, masyarakat terutama keluarga pra sejahtera dapat merasakan manfaat secara langsung.
Selain itu, pasar murah juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Demak. Produk-produk lokal diperkenalkan kepada masyarakat agar usaha kecil bisa terus berkembang dan ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Turut hadir pada kegiatan yang digelar di halaman Kecamatan Sayung itu Wabup KH Muhammad Badruddin, Sekda H Akhmad Sugiharto, dan perwakilan Forkompimda. Serta para Kepala OPD dan camat.
Di akhir kegiatan, Bupati Eisti’anah mengingatkan panitia untuk mengawasi jalannya pasar murah agar tepat sasaran. “Saya minta penyelenggara memastikan transaksi dilakukan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan oleh para pedagang yang ingin membeli kembali untuk dijual,” tegasnya. rie-she


