By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sidang SCF Sritex: Eks Dirut Bank Jateng Mengaku Praktikkan “Business Intelligence” Sebelum Cairkan Dana
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sidang SCF Sritex: Eks Dirut Bank Jateng Mengaku Praktikkan “Business Intelligence” Sebelum Cairkan Dana

Last updated: 11 April 2026 20:42 20:42
Jatengdaily.com
Published: 11 April 2026 20:39
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana tegang mewarnai sidang pemeriksaan terdakwa dugaan korupsi fasilitas Supply Chain Financing (SCF) dari Bank Jateng ke PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat 10 April 2026.

Di depan majelis hakim yang diketuai Hommel Franciskus Tampubolon dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa mantan dirut Bank Jateng Supriyatno yang biasanya tenang tak mampu membendung beban batinnya.

Bukan hanya membela formal, Supriyatno justru membalik logika dakwaan dengan pendapat bahwa produk SCF yang kini membawanya ke kursi pesakitan justru merupakan instrumen puncak kehati-hatian perbankan karena melalui validasi, analisa kelayakan, manajemen risiko dan kepatuhan.

Menjawab pertanyaan JPU mengenai perbedaan SCF dan kredit umum, Supriyatno menegaskan bahwa SCF memiliki mekanisme yang jauh lebih ketat dan transparan. Baginya, SCF adalah sistem yang “A hingga Z-nya” tercatat rapi.

Dalam konteks SCF, kata Supriyatno, sebagai lembaga pembiayaan yang mengelola bisnis risiko, bank mengacu pada informasi angka-angka laporan keuangan yang disodorkan pihak debitur.

Selama angka dalam dokumen keuangan perusahaan benar, invoice dari pemasok (supplier) yang diakseptasi anchor sudah benar dan mendapat audit dari regulator keuangan, pihaknya tak memiliki alasan untuk curiga.

”Produk SCF itu ada SOP, ada peraturannya. Siapa berbuat apa, teridentifikasi. Justru produk ini mencerminkan sifat kehati-hatian. Jika bukan SCF, saya mungkin pada saat itu tidak akan setuju,” tegasnya dengan nada tinggi.

Menariknya, Supriyatno mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya menelan mentah-mentah angka yang ada di dokumen Momerandum Analisa Kredit.

Dia mengaku melakukan langkah Business Intelligence sebelum mengetuk palu pencairan. Di antaranya Monitoring Networking, yaitu Memantau kiprah Iwan Kurniawan Lukminto (Eks Dirut Sritex) di organisasi industri.

Selanjutnya melakukan Analisis Pasar guna memetakan posisi Sritex di pasar saham dan memang pada saat itu Sritex jauh diatas kompetitor-kompetitor lokal bahkan terbesar se-Asia Tenggara.

Lalu Validasi Eksternal yang mengacu pada audit independen serta penilaian oleg regulator keuangan yang saat itu menyatakan laporan keuangan debitur “aman.”

“Sejauh angka sudah dipertanggungjawabkan dan saya melakukan validasi eksternal. Bapak-bapak, Yang Mulia, jika semuanya sudah terpenuhi, lalu apalagi yang diperlukan? Aktivitas saya mana lagi yang tidak menjelaskan sifat kehati-hatian?” tandasnya kepada JPU dan majelis hakim.

Walaupun terdakwa tidak terlibat langsung dalam analisa teknis yang dilakukan oleh unit bisnis dan unit risiko Bank Jateng, Terdakwa bersikeras jika usulan sudah sampai kepada terdakwa maka itu sudah melewati mekanisme penilaian berjenjang yang sangat ketat sehingga pengawasan sudah dijalankan secara maksimal sesuai dengan SOP yang ada.

“Tidak mungkin diusulkan kepada saya jika dari working level tidak yakin dan belum melewati kajian risiko” ujar Terdakwa Supriyatno.

Sidang pemeriksaan terdakwa dilanjutkan pada Senin 13 April mendatang. St

You Might Also Like

Beasiswa Dokter Spesialis Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Ayo Cek dan Daftar !
Tak Semua Pelanggan Listrik 900 VA Dapat Diskon 50 Persen
Sejumlah Rektor dan Pengasuh Ponpes Kerahkan Mahasiswa dan Santrinya Ikuti Tarawih di MAJT
Kekhawatiran Samuel Wattimena, UMKM Tanpa Networking dan Regenerasi akan Tinggal Kenangan
Jumpai Sahabat Difabel Rowosari Kota Semarang, Denty Diajak Bernyanyi Bintang Kecil
TAGGED:Eks Dirut Bank JatengMengaku Praktikkan "Business Intelligence"pengadilan tipikor semarangSidang SCF Sritex
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?