SEMARANG (Jatengdaily.com) — Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dr Ribut Hari Wibowo SH SIK MH di Mapolda Jateng, Rabu (15/4/2026).
Ketua PW DMI Jateng, Prof Dr KH Ahmad Rofiq MA mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berbasis masjid.
Dalam dialog tersebut, Prof Rofiq menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan sosial dan ruang aman bagi masyarakat.
Ia mendorong agar generasi muda semakin “krasan” berada di masjid melalui berbagai kegiatan positif, termasuk edukasi dan pemberdayaan.
“Anak-anak muda harus diajak aktif di masjid. Dari perspektif kamtibmas, ini sangat penting agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan produktif,” ujar Prof Rofiq.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masjid dalam menjaga stabilitas, terlebih menjelang agenda politik tahunan.
Dengan jumlah masjid yang mencapai ribuan di Jawa Tengah, sinergi antara kepolisian dan DMI dinilai sangat strategis, melengkapi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Kapolda menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program-program DMI Jawa Tengah, termasuk rencana kerja sama berkelanjutan yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditargetkan terealisasi pada 1 Juli 2026.
Memasuki Bulan Bakti Bhayangkara, Polda Jateng juga akan menggerakkan seluruh jajaran—sekitar 36 ribu personel di 35 polres—untuk melaksanakan bakti sosial di tempat ibadah.
Kegiatan tersebut meliputi bersih-bersih masjid hingga penguatan fungsi sosial melalui program pasar murah sebagai bagian dari jejaring pengaman sosial.
Tak hanya itu, Polda Jateng tengah menyusun modul pelatihan kecerdasan buatan (AI) untuk masyarakat, khususnya generasi muda. Sebanyak 900 personal trainer AI disiapkan untuk memberikan pelatihan kepada remaja, termasuk remaja masjid, dengan target pemberian sertifikat kompetensi.
Sebelumnya, program ini telah menjangkau sekitar 107 ribu pelajar tingkat SMP, dan ke depan akan diperluas ke seluruh SMA di Jawa Tengah.
“Edukasi etika penggunaan AI menjadi pintu masuk bagi Polri untuk membantu masyarakat bermedia sosial secara bijak,” tegas Kapolda.
Selain itu, Polda Jateng juga menginisiasi pengembangan e-sport sebagai alternatif kegiatan positif guna menekan praktik judi online. Di sisi lain, masjid juga akan didorong menjadi “safe house 110”, yakni ruang aman bagi masyarakat, dengan melibatkan pelatihan bagi marbot dan warga dalam upaya perlindungan sosial.

Wakil Ketua PW DMI Jateng, H. Agus Sumartono, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai program edukasi AI bagi remaja masjid akan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat.
“Kami berharap kerja sama antara Polda dan DMI Jateng bisa segera diformalkan melalui MoU, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Audiensi ini turut dihadiri jajaran pengurus PW DMI Jateng, di antaranya Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq MA (Ketua), Dr. H. Multazam Ahmad MA (Wakil Ketua), H. Agus Sumartono SE (Wakil Ketua), H. Ahmad Su’aidi SPd (Wakil Sekretaris), Dr. Hj. Mardiyah MKes (Bendahara), Hj. Sri Sulasmi (Wakil Bendahara), serta Sunarto (Bidang Kerja Sama dan Publikasi).
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial di Jawa Tengah. St


