By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Puskesmas Kebonagung Edukasi Masyarakat, Menyusul Ratusan Santri dan Warga Pilangwetan Diduga Keracunan  MBG
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Puskesmas Kebonagung Edukasi Masyarakat, Menyusul Ratusan Santri dan Warga Pilangwetan Diduga Keracunan  MBG

Last updated: 20 April 2026 16:37 16:37
Jatengdaily.com
Published: 20 April 2026 16:37
Share
Arief Setiawan
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan santri dan warga Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, menjadi perhatian serius. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program MBG, sehingga memicu kekhawatiran akan keamanan pangan di lingkungan masyarakat.

Kepala Puskesmas Kebonagung Demak, Arief Setiawan, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi keracunan makanan. Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan sehari-hari.

“Keracunan makanan bisa terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau zat berbahaya. Karena itu, masyarakat harus lebih teliti dan waspada,” ujar Arief Setiawan.

Ia menjelaskan, gejala keracunan makanan umumnya meliputi mual, muntah, diare, sakit perut atau kram, demam, hingga kondisi lemas. Gejala tersebut bisa muncul dalam waktu cepat setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

“Kalau sudah muncul tanda-tanda seperti muntah dan diare, masyarakat jangan panik. Segera lakukan penanganan awal seperti istirahat cukup dan memperbanyak minum air putih,” lanjutnya.

Selain itu, Arief juga menyarankan konsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi serta mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna. Ia mengingatkan agar sementara waktu menghindari makanan pedas dan berlemak yang dapat memperparah kondisi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa ada kondisi tertentu yang mengharuskan pasien segera mendapatkan penanganan medis. “Jika muntah dan diare tidak berhenti, muncul darah pada muntahan atau feses, demam tinggi, atau tanda dehidrasi, segera datang ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Lebih jauh, Arief mengingatkan pentingnya langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Mulai dari mencuci tangan sebelum makan, memastikan makanan matang sempurna, hingga menggunakan air bersih dalam proses pengolahan makanan.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jaga kebersihan makanan dan lingkungan agar kesehatan diri dan keluarga tetap terjaga,” pungkas Arief Setiawan. rie-she

You Might Also Like

Tiket Kereta Api Nataru Masih Tersedia
Kesembuhan COVID-19 Kembali Menembus Angka Tertinggi Melebihi 14 Ribu Orang Sembuh Per Hari
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Penyaluran E-Warung
Kasus Kekerasan di Flyover Ganefo, Polres Demak Bekuk Lima Pelaku
Solusi Bangun Indonesia Ajak Masyarakat Jalan Sehat Bersama BUMN di Cilacap
TAGGED:Puskesmas Kebonagung Edukasi Masyarakat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?