Grebeg Besar Demak, Tradisi Warisan Sunan Kalijaga yang Tak Pernah kehilangan Pesona

3 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah didampingi suami, dr H Moh Zaky Maardi saat berkereta kencana menuju Kasepuhan Kadilangu untuk mengikuti prosesi jamasan pusaka Sunan Kalijaga, sebagai puncak tradisi Grebeg Besar Demak. Foto: sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)-Semarak Grebeg Besar Demak kembali menyedot perhatian ribuan masyarakat dan wisatawan saat momentum Hari Raya Idul Adha. Tradisi budaya religi peninggalan Sunan Kalijaga itu tetap hidup dan terjaga hingga kini, menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Wali yang selalu dinanti setiap tahun.

Bukan sekadar agenda tahunan, Grebeg Besar telah menjadi bagian penting dari sejarah panjang Kesultanan Demak. Tradisi yang digelar setiap 10 Dzulhijah tersebut lahir dari wasiat Sunan Kalijaga terkait penjamasan pusaka berupa ageman Kutang Ontokusumo dan Keris Kiai Crubuk yang hingga kini masih dijaga oleh Kasepuhan Kadilangu.

Nilai sakral dalam tradisi ini juga mencerminkan eratnya hubungan ulama dan umara sejak masa kejayaan Demak Bintoro. Kebersamaan antara Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga diyakini menjadi pondasi kuat yang membawa kejayaan kerajaan sekaligus kesejahteraan masyarakat pada masanya.

Semangat menjaga warisan leluhur itu kini terus dirawat bersama oleh Pemerintah Kabupaten Demak dan Kasepuhan Kadilangu. Berbagai prosesi budaya tetap dipertahankan, mulai dari iring-iringan prajurit, tumpeng songo, hingga ritual penjamasan pusaka yang menjadi inti dari Grebeg Besar.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah SE mengungkapkan rasa syukur atas hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dan para sesepuh Kadilangu. Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga tradisi budaya religi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Doa restu dari para sepuh semoga membawa keberkahan bagi masyarakat Demak. Sebab dengan doa dan nasehat para sepuh, yang sulit bisa menjadi mudah dan kita semua selalu dilindungi Allah SWT,” ujar Eisti’anah, Rabu (27/05/2026).

Selain menjaga nilai tradisi, Pemkab Demak juga terus menghadirkan inovasi agar Grebeg Besar semakin menarik sebagai destinasi wisata budaya nasional. Berbagai rangkaian acara dikemas lebih meriah dan atraktif sehingga mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Sementara itu, prosesi jamasan pusaka berlangsung khidmat di cungkup makam Sunan Kalijaga dan dipimpin Sesepuh Kadilangu Raden Haji Muhammad Cahyo Iman Santoso. Ritual dilakukan menggunakan minyak jamas khusus, sebagian di antaranya merupakan pemberian Raja Pakubuwono XIV dari Keraton Surakarta. Prosesi tersebut dijalankan dengan mata tertutup atau menggunakan “mata hati” sebagai simbol spiritualitas dan kesucian batin.

Lebih dari sekadar tontonan budaya, Grebeg Besar menyimpan pesan mendalam tentang pentingnya membersihkan hati dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Pesona tradisi warisan Sunan Kalijaga itu pun terus memikat masyarakat, menjadikan Demak selalu ramai dipadati wisatawan. rie-she

Share This Article