By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye Budaya Batik
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye Budaya Batik

Last updated: 27 Mei 2026 16:50 16:50
Jatengdaily.com
Published: 25 Mei 2026 16:47
Share
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FTIK USM menggelar Kampanye Budaya Batik bertajuk ''Rona Karya'' pada 23 Mei 2026 di TK Islam Sabila. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FTIK USM menggelar Kampanye Budaya Batik bertajuk ”Rona Karya” pada 23 Mei 2026 di TK Islam Sabila. Mereka didampingi dosen pendamping Ayang Fitrianti SS MIKom.

Kegiatan lomba mewarnai motif batik itu diikuti 51 siswa TK A dan TK B. Panitia kampanye budaya Rona Karya, Karyn Randynata mengatakan, tujuan kegiatan mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini melalui aktivitas kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

”Kami memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengeksplorasi warna dan menuangkan kreativitas mereka pada berbagai motif batik yang telah disiapkan panitia,” katanya.

Kepala TK Islam Sabila, Rismi Andhini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan budaya tersebut.

Menurutnya, pengenalan budaya lokal kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun rasa cinta tanah air dan identitas budaya sejak dini.

”Anak-anak sangat bersemangat dari awal hingga akhir acara. Mereka bebas mengekspresikan warna pada motif batik sesuai dengan imajinasi mereka. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mengenalkan budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan itu tidak hanya bertujuan memperkenalkan batik sebagai warisan budaya, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda akan pentingnya menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman modern.

”Kami ingin anak-anak mengenal batik sejak dini agar ketika dewasa nanti mereka tetap bangga dan tidak melupakan budaya Indonesia,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru yang turut mendampingi siswa selama acara berlangsung. Selain menjadi media edukasi budaya, lomba mewarnai ini dinilai mampu melatih kreativitas, keberanian berekspresi, dan rasa percaya diri anak-anak.

Dia berharap, melalui kampanye budaya tersebut pelestarian batik tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga dapat tumbuh bersama generasi muda sejak usia dini.

”Kami berharap, ke depan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui praktik membatik langsung maupun pengenalan berbagai corak batik Nusantara kepada anak-anak,” ungkapnya. St

You Might Also Like

Budidaya Serai Wangi di Lahan Pascatambang, SIG Bangun Ekosistem Keberlanjutan di Pabrik Narogong
Menikah di Bulan Maulid Dilarang Hanya Mitos, Ini Penjelasannya
Dompet Dhuafa Bangun Kampung Sehat Sanitasi di Banyumas
Silaturrahim Ada Etikanya, Diantaranya Jangan Minta Kunjungan Balasan
Dorong Basket Nasional, Presiden Jokowi Resmikan Kantor FIBA
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?