Menjaga Warisan Ulama, Keragaman Pemikiran MUI Menjadi ‘Super Tim’ Penguat Bangsa

3 Min Read
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Marsudi Syuhud, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jawa Tengah yang digelar di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sejarah mencatat bahwa persatuan bangsa Indonesia tidak lepas dari andil besar para ulama. Dari masa ke masa, kontribusi para tokoh agama dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ini tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​Meski kerap diterpa perbedaan pandangan, forum-forum yang difasilitasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) terbukti ampuh menjadi jembatan yang menyatukan komitmen mereka demi bangsa.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Marsudi Syuhud, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jawa Tengah yang digelar di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6).

​“Persatuan bangsa adalah warisan para ulama terdahulu. Alhamdulillah, hingga sekarang warisan itu dijaga terus dengan baik oleh MUI, yang kepengurusannya ada mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah,” ujar Kiai Marsudi.

​Keragaman yang Menguatkan

​Kiai Marsudi tidak menampik bahwa MUI diisi oleh kepala-kepala dengan latar belakang aliran pemikiran dan paham yang sangat beragam. Di tingkat pusat saja, MUI bermitra dengan sedikitnya 87 ormas Islam. Namun, alih-alih memicu perpecahan, keragaman ini justru bertransformasi menjadi pengikat yang kuat.

​Menurutnya, perbedaan latar belakang tidak pernah menjadi penghalang bagi para ulama untuk duduk bersama dan berkomunikasi. Harmonisasi inilah yang pada akhirnya sangat membantu pemerintah dalam menjalankan roda kepemimpinan.

​Oleh karena itu, Kiai Marsudi berharap agar sinergi ini terus berjalan di tingkat daerah. Ia meminta para kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota—untuk terus mendukung peran dan fungsi MUI di wilayah masing-masing, termasuk di Jawa Tengah.

​Bukan Superman, tapi Super Tim

​Bak gayung bersambut, harapan MUI Pusat tersebut diamini langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Saat membuka Musda XI MUI Jateng secara resmi, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi mendalam atas peran MUI Jateng yang selama ini selalu setia membersamai pemerintah dalam melayani masyarakat.

​Ia menyadari betul bahwa amanat besar untuk memimpin dan membangun Jawa Tengah tidak akan bisa dipikul sendirian oleh pemerintah daerah.

​“Kami menyadari bahwa kami bukan superman. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas, kami perlu menghadirkan super tim, yaitu dengan membangun kerja sama dengan semua kekuatan yang ada di masyarakat, termasuk MUI,” tegas Ahmad Luthfi.

​Melalui momentum Musda XI ini, sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama di Jawa Tengah diharapkan semakin kokoh, memastikan bahwa warisan persatuan yang telah dititipkan oleh para pendahulu bangsa tetap terjaga dengan baik di masa depan. St

Share This Article