SEMARANG (Jatengdaily.com)-Tahun 2026 ini menjadi salah satu yang membanggakan dan mengharukan, bagi Program Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP).
Pasalnya di tengah kerasnya persaingan global, lima mahasiswa TRKI Sekolah Vokasi UNDIP meski belum resmi wisuda, namun telah lebih dahulu “disunting” oleh industri petrokimia raksasa dunia di China.
Sebuah capaian yang tidak hanya keren abis, tetapi juga menjadi simbol bahwa pendidikan vokasi Indonesia kini benar-benar mampu berbicara di level internasional.
Lima talenta muda luar biasa itu adalah Ayu Pita Kurniasari angkatan 2021 yang diterima sebagai Laboratory Analysis, kemudian I Gusti Ngurah Satya Mukti sebagai Utility Engineer, Akbar Arsyadani sebagai Production Engineer, serta Adhilla Rifky Ramadhan dan Diana Mufiidah sebagai Process Production Staff di Satellite Chemical Co., Ltd., perusahaan petrokimia besar China yang dikenal melalui pengembangan rantai industri C2 dan C3 modern.
Sekaligus yang paling mengagumkan, empat di antaranya bahkan masih berstatus mahasiswa aktif angkatan 2022. Belum lulus, belum memegang ijazah, tetapi sudah dipercaya masuk ke ekosistem industri global dengan standar kerja yang sangat ketat dan kompetitif.
Fenomena ini tentu bukan kebetulan. Ada proses panjang, budaya akademik modern, serta transformasi pendidikan yang benar-benar dibangun secara serius di Prodi TRKI Sekolah Vokasi UNDIP.
Salah satu tonggak terbesarnya adalah keberhasilan Prodi TRKI Sekolah Vokasi UNDIP meraih akreditasi internasional Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) pada tahun 2026 untuk bidang Chemical, Biochemical, and Biomolecular Engineering Technology.
Pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa sistem pendidikan, kurikulum, hingga capaian kompetensi lulusan TRKI Sekolah Vokasi UNDIP telah memenuhi standar global yang diakui dunia industri internasional.
Namun kekuatan utama TRKI tidak berhenti pada akreditasi. Yang membuat program studi ini begitu mempesona adalah keberaniannya mengintegrasikan Project Based Learning modern ke dalam seluruh ekosistem pembelajaran.
Mahasiswa tidak lagi sekadar duduk mendengarkan teori atau mengerjakan simulasi akademik biasa. Mereka dibentuk melalui proyek nyata, problem solving industri, praktikum berbasis sistem produksi, hingga kebiasaan berpikir layaknya engineer profesional dunia.
Inilah yang membuat mahasiswa TRKI mampu memahami bagaimana industri sebenarnya berjalan, mulai dari analisis laboratorium, pengendalian utilitas, operasi produksi, keselamatan proses, hingga pengambilan keputusan teknis secara cepat dan presisi.
Di bawah kepemimpinan Dr. Mohamad Endy Julianto, ST, MT selaku Kaprodi Prodi TRKI Sekolah Vokasi UNDIP, yang juga dikenal sebagai konsultan industri, atmosfer pembelajaran di TRKI berubah menjadi sangat futuristik dan relevan dengan kebutuhan industri global.
Endy mengatakan, pihaknya terus mendorong agar mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan pencari kerja, tetapi menjadi talent industri yang siap pakai, adaptif, disiplin, mampu bekerja lintas budaya, dan memiliki mental problem solver.
”Karena di era industri modern, perusahaan global tidak lagi hanya mencari IPK tinggi. Mereka mencari orang-orang yang mampu berpikir sistematis, bekerja di bawah tekanan, memahami budaya keselamatan, dan siap menghadapi dinamika industri internasional,” paparnya.
Menurutnya, kini hasilnya mulai terlihat nyata. Dari ruang laboratorium, teaching factory, proyek capstone design, hingga diskusi-diskusi teknis di TRKI SV UNDIP, lahirlah generasi muda yang mampu menembus industri dunia bahkan sebelum kelulusan. Sebuah pemandangan yang dahulu mungkin terasa mustahil, tetapi hari ini benar-benar terjadi.
”Keberhasilan lima mahasiswa ini juga membawa pesan besar bahwa pendidikan vokasi modern bukan lagi pilihan alternatif, melainkan jalur strategis menuju masa depan global. Dunia industri internasional kini mulai melirik talenta vokasi Indonesia karena mereka dianggap lebih siap menghadapi realitas lapangan, lebih cepat beradaptasi, dan lebih kuat dalam kompetensi terapan.Dan dari TRKI Sekolah Vokasi UNDIP, sebuah pesan besar terus menggema dengan sangat elegan dan membakar semangat: masa depan bukan milik mereka yang hanya pandai berbicara teori, tetapi milik mereka yang mampu mengubah ilmu menjadi solusi nyata bagi industri dunia. Karena di tangan mahasiswa TRKI Sekolah Vokasi UNDIP, ruang kelas bukan lagi batas belajar. Tetapi gerbang menuju panggung industri global,” jelasnya. she

