By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Ribuan Orang Hadiri Haul ke-15 KH Masruri Mughni, Berjasa Ubah Bumiayu Menjadi Kota Santri
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ribuan Orang Hadiri Haul ke-15 KH Masruri Mughni, Berjasa Ubah Bumiayu Menjadi Kota Santri

Last updated: 17 Juni 2026 21:33 21:33
Jatengdaily.com
Published: 16 Juni 2026 21:32
Share
Gus Anam (KH Zuhrul anam) diapit KH Sholahuddin Masruri dan KH Ahmad Izzuddin AlHafidz menyampaikan tausiyah Haul Ke-15 Almaghfurah KH Masruri Mughni di Pondok Pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes. Foto:dok
SHARE

BREBES (Jatengdaily.com) – Ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Haul Ke-15 Almaghfurlah KH Masruri Mughni di Pondok Pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes, Minggu (14/6).

Salah satu putra Kiai Masruri, KH Imaduddin (Gus Imad) menjelaskan, upacara diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz oleh para santri dan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah 2, dan masyarakat sekitar pesantren.

Pagi harinya digelar Temu Alumni se-Indonesia di GOR AlHikmah2. Pada kesempatan itu Ketua Dewan Penbgasuh KH Sholahuddin Masruri (Gus Sholah) melakukan peluncuran Buku Biografi KH Masruri ‘’Membangun Sanad Ilmu dengan Kasih Sayang’’.

Buku karya wartawan Suara Merdeka Dr H Agus Fathuddin Yusuf MA, Guru Besar UIN Walisongo Prof Dr H Najahan Musyafak MA dan Dekan FAI Unisulla Dr Agus Irfan MPI dibedah oleh KH Azam Choiruman (Gus Heru) Cucu KH Abdul Wahab Chasbullah Tambak Beras Jombang dan alumni dari Bungo Jambi KH Ghusyairi MPdI.

Puncak Haul dimulai bakda shalat zuhur di Masjid An-Nur yang terletak tepat di tengah-tengah Pondok Pesantren Al-Hikmah2. Pidato atas nama alumni disampaikan KH Ghusyairi MPdI dari Bungo Jambi, sedang daei keluarga disampaikan KH Izzuddin Masruri Alhafidh (Gus Izzuddin). Doa disampaikan KH Abdul Halim dari Kabupaten Wonosobo dan Syekh Muhammad Abdurrahim al Wushobi Dosen Darul Ulum as Syariyyah dan Mufti Hudaidah Yaman.

Tausiyah disampaikan KH Zuhrul Anam (Gus Anam) Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh el-Islamy, Leler, Kebasen, Kabupaten Banyumas. Tampak di tengah ribuan jamaah KH Yusuf Nafi, pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang, putra-putri dan cucu KH Masruri Mughni dan warga masyarakat.

Berjasa Besar
Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh el-Islamy, Leler, Kebasen, Kabupaten Banyumas KH Zuhrul Anam (Gus Anam) dalam tausiyahnya mengatakan, KH Masruri Mughni berjasa besar telah mengubah Bumiayu menjadi Kota Santri.

‘’Meskipun Al-Hikmah2 terletak di Kecamatan Sirampog, namun di luar masyarakat mengenal Bumiayu karena lebih dekat dengan daerah itu.

‘’Peran Kiai Masruri sangat besar. Tidak dapat dipisahkan dari perubahan besar yang terjadi di Bumiayu dan sekitarnya. Melalui perjuangan panjang, keteladanan, dan dedikasi beliau dalam dunia pesantren, Bumiayu yang dahulu dikenal sebagai kota perdagangan dan pusat aktivitas ekonomi di Brebes bagian selatan, perlahan berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang diperhitungkan di Jawa Tengah,’’ kata putra menantu KH Maimoen Zubair Sarang itu.

Perubahan tersebut menurutnya tentu bukan hasil kerja satu orang semata. Banyak ulama, kiai, dan tokoh masyarakat yang turut berkontribusi. Namun, KH Masruri Mughni menjadi salah satu figur sentral yang memiliki peran besar dalam membangun ekosistem pendidikan pesantren yang kuat, berkelanjutan, dan melahirkan generasi penerus yang tersebar di berbagai daerah.

‘’Bagi KH Masruri Mughni, pesantren bukan sekadar tempat belajar ilmu agama. Pesantren adalah pusat pembentukan karakter, penguatan akhlak, pembangunan intelektual, sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Karena itu, beliau mengembangkan sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan penguasaan kitab kuning, tetapi juga mendorong santri untuk menempuh pendidikan formal hingga perguruan tinggi,’’ tegasnya.

Di bawah kepemimpinan beliau, pesantren berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Ribuan santri dari berbagai daerah datang untuk belajar. Kehadiran mereka secara langsung mengubah wajah sosial dan budaya kawasan Bumiayu dan sekitarnya.

Masjid-masjid semakin hidup, majelis taklim berkembang, tradisi keagamaan mengakar kuat, dan masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai Islam yang moderat dan penuh kasih sayang. St

You Might Also Like

RSI Sultan Agung Semarang Ajak Kader Posyandu Berkreasi dengan Menu MP-ASI
Banjir Surut, Perjalanan Kereta Api Kembali Normal Hari Ini
KTT G20 Brasil, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Penanggulangan Kelaparan dan Kemiskinan
Lantik Anggota KPU dan Bawaslu, Presiden: Segera Tancap Gas Siapkan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
Guru Dituntut Buat Video Pembelajaran Menarik di Era Daring
TAGGED:Berjasa Ubah BumiayuKH Masruri MughniMenjadi Kota SantriRibuan Orang Hadiri Haul ke-15
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?