By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Bukan Generasi ‘Strawberry’, Anak-Anak Semarang Siap Jadi Pelopor Perubahan Menuju Indonesia Ramah Anak
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bukan Generasi ‘Strawberry’, Anak-Anak Semarang Siap Jadi Pelopor Perubahan Menuju Indonesia Ramah Anak

Last updated: 22 Juni 2026 16:01 16:01
Jatengdaily.com
Published: 22 Juni 2026 16:00
Share
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Dr. dr. Eko Krisnarto, Sp.KK, membuka acara Bincang Offline Bocah Semarang (BOBS) pada Sabtu, 20 Juni 2026. Foto:dok
SHARE

​SEMARANG (Jatengdaily.com) – Generasi muda Kota Semarang ditantang untuk mendobrak stigma negatif sebagai “generasi strawberry” yang rapuh. Sebaliknya, mereka didorong untuk tampil sebagai generasi tangguh yang berani bersuara dan menjadi agen perubahan positif di masyarakat.

Contents
​Menjaring Aspirasi untuk Hari Anak Nasional​Langkah Awal Menuju Semarang “Semakin Hebat”

​Pesan kuat tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Dr. dr. Eko Krisnarto, Sp.KK, saat membuka acara Bincang Offline Bocah Semarang (BOBS) pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Anak Kota Semarang ini digelar di Pendopo Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang.

​”Melalui Bincang Offline Bocah Semarang ini, saya mendorong generasi muda kita untuk aktif sebagai 2P—Pelopor dan Pelapor—yang berani bersuara demi kebaikan. Mari buktikan bahwa anak-anak Kota Semarang bukanlah generasi strawberry yang rapuh, melainkan generasi tangguh yang siap membawa perubahan positif,” ujar Dr. Eko dalam sambutannya.

​Menjaring Aspirasi untuk Hari Anak Nasional

​Kegiatan BOBS kali ini dihadiri oleh perwakilan Ketua OSIS SMP se-Kota Semarang. Menghadirkan tiga narasumber berkompeten, diskusi berlangsung interaktif. Selain Dr. dr. Eko Krisnarto, hadir pula Bunda Isti Ilma Patriani, M.Psi (Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Jawa Tengah) serta Maria de Lourdes E.P.M (Fasilitator Forum Anak).

​Diajeng Ayu Puspita, atau yang akrab disapa Ajeng, selaku Bendahara Forum Anak sekaligus Koordinator dan Penanggung Jawab BOBS, menjelaskan bahwa acara ini merupakan wadah konsisten untuk membedah berbagai isu hangat yang berkaitan dengan anak.

​Pada edisi Juni 2026 ini, BOBS mengusung tema “Suara Bocah Semarang untuk Wujudkan Indonesia Ramah Anak”.

​”Dipilihnya tema terkait suara anak ini karena dalam waktu dekat akan ada penyusunan Suara Anak Indonesia (SAI) dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026. Kami ingin anak-anak di Kota Semarang bisa memahami isu yang terjadi, tahu peran mereka sebagai Agen Perubahan, dan memberikan aspirasi terbaiknya untuk kemajuan kota serta Indonesia,” ungkap Ajeng.

​Langkah Awal Menuju Semarang “Semakin Hebat”

​Gayung bersambut, Ketua Forum Anak Kota Semarang (FASE), Emir Luqman, menambahkan bahwa BOBS ini merupakan langkah awal yang krusial. Aspirasi yang terjaring dari perwakilan pelajar ini nantinya akan didiskusikan lebih lanjut dalam Konferensi Anak Kota Semarang.

​”Ini baru permulaan. Ke depan, akan ada serangkaian kegiatan seru lainnya dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026,” kata Emir antusias.

​Di akhir acara, Emir mengajak seluruh elemen anak di Kota ATLAS untuk bersatu padu sebagai generasi emas Indonesia.

​”Mari bersama bergerak sebagai agen perubahan yang berkontribusi membangun Kota Semarang Semakin Hebat. Caranya? Lewat karya, prestasi, dan selalu saling menjaga kerukunan demi terwujudnya Kota Semarang sebagai Kota Ramah Anak,” pungkasnya. St

You Might Also Like

Buntut Keluhan Banjir dan Rob, Ganjar Cek Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1
Konsul Jenderal Yu Hong Sumbang Buku Ke MAJT
Boyolali dan Magelang Diguyur Hujan Abu Merapi
Listrik Padam Akibat Cuaca Extrim, PLN Demak Lakukan Percepatan Pemulihan 
Terima Bintang Mahaputera Utama, Gus Men Sebut Kehormatan untuk Kerukunan Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?