SEMARANG (Jatengdaily.com)– Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kegiatan Research Collaboration dalam rangka Program World Class University (WCU) pada 17–19 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kapasitas akademik, jejaring internasional, serta kolaborasi riset guna menjawab berbagai tantangan global di bidang teknologi dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem riset unggul di era global.
Menurutnya, tantangan dunia saat ini tidak dapat dijawab oleh satu institusi secara mandiri. Sinergi antara perguruan tinggi, industri, lembaga riset, dan mitra internasional menjadi fondasi penting untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan berkelanjutan.
“Program WCU tidak hanya berorientasi pada peningkatan indikator internasionalisasi, tetapi juga bertujuan membangun budaya akademik yang terbuka, kolaboratif, inovatif, serta mampu menghasilkan solusi nyata bagi tantangan nasional maupun global,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Ketua Program Studi TRKI, Dr. Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T., kegiatan tersebut menghadirkan tiga agenda utama, yakni kuliah tamu bertajuk Emerging Research Trends in Advanced Materials and Sustainable Technology, kuliah umum mengenai tips dan trik memperoleh beasiswa luar negeri, serta workshop penulisan artikel ilmiah dan riset kolaboratif.
Kegiatan dikoordinasikan oleh Hermawan Dwi Ariyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan dukungan moderator Dr.Eng. Vita Paramita, S.T., M.M., M.Eng., dan Yusuf Ma’rifat Fajar Azis, S.T., M.T. Berbagai sesi diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang bertukar gagasan bagi dosen, mahasiswa, peneliti, maupun praktisi.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah pemaparan dari Ir. Badril Azhar, A.Md., S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Berbekal pengalaman akademik dan riset internasional di Taiwan dan Singapura, ia membahas perkembangan terkini dalam bidang advanced materials, polymer engineering, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pengembangan metal-organic frameworks (MOFs).
Dalam paparannya, Dr. Badril menjelaskan bahwa material maju merupakan teknologi strategis yang akan berperan penting dalam pengembangan industri rendah karbon. Teknologi tersebut memiliki beragam aplikasi, mulai dari penyimpanan energi, penangkapan karbon, pengolahan air dan limbah, sensor cerdas, hingga teknologi kesehatan modern.
Melalui kegiatan ini, peserta juga didorong untuk memperluas jejaring global, meningkatkan budaya publikasi internasional, serta membangun kolaborasi multidisiplin yang mampu menghasilkan solusi inovatif bagi kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui Program WCU, TRKI Vokasi UNDIP kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi dan pengembangan riset terapan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan solusi masa depan bagi dunia industri dan pembangunan berkelanjutan. she

