By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dukung SDGs, Unnes Inisiasi Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment, Tingkatkan Kesejahteraan Mental dan Pemberdayaan Perempuan Desa Ketapang
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Dukung SDGs, Unnes Inisiasi Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment, Tingkatkan Kesejahteraan Mental dan Pemberdayaan Perempuan Desa Ketapang

Last updated: 29 Juni 2026 12:19 12:19
Jatengdaily.com
Published: 29 Juni 2026 12:16
Share
Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan pembukaan dan sosialisasi program “Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment” bersama Sekolah Perempuan Teras Harmoni Desa Ketapang pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan pembukaan dan sosialisasi program “Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment” bersama Sekolah Perempuan Teras Harmoni Desa Ketapang pada Minggu, 28 Juni 2026.

Program ini menjadi langkah strategis UNNES dalam menghadirkan inovasi pengabdian masyarakat yang menghubungkan kesehatan mental, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi komunitas, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui pendekatan cooking therapy, aktivitas memasak tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan domestik, tetapi juga sebagai media penguatan kesejahteraan psikologis, kebersamaan sosial, serta kemandirian masyarakat.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Ketapang, Muhammad Ni’am, S.T., Kepala Sekolah Perempuan Teras Harmoni, Nurul Fiqriyah, S.Pt., anggota Sekolah Perempuan Teras Harmoni, serta Tim Pengabdian UNNES.

Tim Pengabdian UNNES yang hadir dalam kegiatan ini terdiri atas Achmad Miftachul ‘Ilmi, S.Pd., M.Pd., Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., M.Pd., Kons., Setyo Bhahak Fendi Baihaqi, S.ST., M.T., Ahmad Fadlullah, dan Janu Tri Wibowo, serta dibantu oleh volunteer Maula Ilham.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Ketapang bersama Kepala Sekolah Perempuan Teras Harmoni dan Tim Pengabdian UNNES.

Dalam sambutannya, Nurul Fiqriyah, S.Pt. menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Sekolah Perempuan Teras Harmoni Desa Ketapang sebagai mitra pelaksanaan program.

“Kami menyambut baik sinergi akademis ini. Pendekatan Cooking Therapy yang dikolaborasikan dengan Sekolah Perempuan Teras Harmoni diharapkan mampu memberikan dampak psikologis positif serta membantu ibu-ibu Desa Ketapang menemukan makna yang lebih mendalam dalam aktivitas memasak,” ujar Nurul Fiqriyah.

Sementara itu, Muhammad Ni’am, S.T. selaku Kepala Desa Ketapang menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengabdian UNNES atas komitmen dan kolaborasi yang diberikan kepada masyarakat Desa Ketapang.

Ia berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu dosen dari UNNES yang telah berkenan menjalin kerja sama dengan Desa Ketapang. Semoga program ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Muhammad Ni’am.

Sesi inti kegiatan diisi dengan sosialisasi program Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment yang disampaikan oleh Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., M.Pd., Kons.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa aktivitas memasak dapat menjadi media pemberdayaan sekaligus sarana peningkatan kesejahteraan psikologis masyarakat. Memasak dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mengelola emosi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat makna hidup melalui kegiatan yang produktif dan kolaboratif.

Para anggota Sekolah Perempuan Teras Harmoni mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka terlibat aktif dalam sesi pemaparan, tanya jawab, diskusi, hingga penyusunan ide menu masakan yang akan digunakan dalam pertemuan berikutnya.

Melalui proses tersebut, peserta mulai diarahkan untuk melihat aktivitas memasak sebagai pengalaman yang tidak hanya bernilai gizi dan ekonomi, tetapi juga bernilai psikologis, sosial, dan pemberdayaan.

Ketua Tim Pengabdian UNNES, Achmad Miftachul ‘Ilmi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Ketapang.

Menurutnya, cooking therapy dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mudah diterapkan, dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas.

“Cooking Therapy kami hadirkan bukan hanya sebagai kegiatan memasak, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang bertumbuh bersama. Melalui program ini, kami berharap masyarakat, khususnya anggota Sekolah Perempuan Teras Harmoni, dapat semakin sehat secara psikologis, mandiri, dan berdaya,” jelas Achmad Miftachul ‘Ilmi.

Program ini dirancang dalam beberapa tahapan berkelanjutan. Setelah kegiatan sosialisasi pada 28 Juni 2026, rangkaian program akan dilanjutkan dengan kegiatan cooking therapy dan penyusunan menu, produksi dan standardisasi, manajemen usaha dan desain branding, grand opening dan uji pasar, serta evaluasi, keberlanjutan, dan serah kelola.

Rangkaian tersebut disusun agar program tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan.

Program Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertama, program ini mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, serta ruang reflektif bagi masyarakat melalui aktivitas memasak yang terarah.

Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan pembukaan dan sosialisasi program “Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment” bersama Sekolah Perempuan Teras Harmoni Desa Ketapang pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: dok

Kedua, program ini mendukung SDGs 5: Kesetaraan Gender dengan memberikan ruang aktualisasi, partisipasi, dan penguatan kapasitas bagi perempuan desa.

Ketiga, program ini berkontribusi pada SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan produksi, standardisasi, manajemen usaha, desain branding, hingga uji pasar.

Keempat, program ini mencerminkan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara UNNES, DP2M Kemdiktisaintek, Pemerintah Desa Ketapang, dan Sekolah Perempuan Teras Harmoni.
Melalui program ini, UNNES berupaya menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada perubahan sosial yang bermakna.

Integrasi antara ilmu pengetahuan, kesehatan mental, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi komunitas, dan kearifan lokal diharapkan dapat melahirkan komunitas yang lebih sehat, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya kegiatan ini, Tim Pengabdian UNNES bersama Pemerintah Desa Ketapang dan Sekolah Perempuan Teras Harmoni optimistis bahwa program Cooking Therapy Berbasis Community Empowerment dapat menjadi model inovatif pengabdian masyarakat yang relevan, aplikatif, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Penulis Ahmad Fadlullah-St

You Might Also Like

Mahasiswa Universitas Sains Islam Malaysia Kagumi MAJT
Poles Taktik, PSIS Tekankan Pentingnya Komunikasi
Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah Pertemuan Tingkat Tinggi
Rata-Rata Waktu Tunggu Lulusan Unissula Dapat Pekerjaan Kurang 2,8 Bulan
Suhu Panas Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, Begini Penjelasan BMKG
TAGGED:Berbasis Community EmpowermentDukung SDGsPemberdayaan Perempuan Desa KetapangTingkatkan Kesejahteraan MentalUnnes Inisiasi Cooking Therapy
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?