SEMARANG (Jatengdaily.com)–Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat langkah menuju World Class University (WCU) melalui pengembangan kolaborasi akademik internasional. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Joint Supervision under EQUITY World Class University (WCU) Program 2026 yang berlangsung pada 19 Februari 2026 sampai 25 Juni 2026.
Dimana telah dilakukan supervisi bersama, diantaranya dalam bentuk pembicaraan awal mengenai topik riset disertasi mahasiswa Program Doktor Sains dan Matematika (DSM) Undip, pembahasan proposal awal disertasi dilanjutkan penyusunan novelty, research objectives, dan research questions disertasi, penyempurnaan literature review dan penyusunan conceptual framework penelitian, penyusunan roadmap penelitian disertasi beserta target luaran publikasi internasional, disesuaikan dengan target publikasi pada jurnal bereputasi Scopus Q1, diskusi, kegiatan lapangan di IMTA Workstation, Laboratorium Terpadu Ce-MEBSA, pengumpulan data riset disertasi, sampai evaluasi hasil kegiatan lapangan IMTA dan metodologi penelitian.
Program ini menghadirkan Prof. Dr. Razif Harun dari Department of Chemical and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universiti Putra Malaysia (UPM), sebagai Visiting Professor dan mitra internasional dalam skema Joint Supervision bersama Prof. Sapto P. Putro, Ph.D., dosen Program Studi Doktor Sains dan Matematika, FSM Undip.
Program Joint Supervision merupakan salah satu inisiatif strategis Undip dalam mendukung pencapaian WCU melalui penguatan kolaborasi akademik internasional, peningkatan kualitas pendidikan pascasarjana, percepatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta pengembangan jejaring riset global.
Mengusung tema “Developing High Protein Pellet for Productive Sustainable Aquaculture”, program ini mengintegrasikan keahlian di bidang bioteknologi mikroalga, rekayasa biokimia, sumber daya hayati terbarukan, dan ekologi laut terapan untuk menghasilkan inovasi pakan berprotein tinggi berbasis mikroalga bagi pengembangan sistem akuakultur yang produktif dan berkelanjutan.
Prof Sapto yang juga merupakan Ketua Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA) Undip mengatakan, selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan akademik dilakukan secara intensif, meliputi diskusi riset, pembimbingan bersama (joint supervision), pendampingan penulisan manuskrip ilmiah, penguatan metodologi penelitian, benchmarking teknologi mikroalga, pengembangan jejaring industri, hingga penyusunan roadmap penelitian kolaboratif yang diarahkan pada percepatan publikasi internasional dan pengembangan proposal hibah penelitian bersama.
Salah satu capaian utama program ini adalah terlaksananya pembimbingan bersama terhadap mahasiswa Program Doktor (S3) Damar Murti dan Farikhah Elida dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Undip, serta mahasiswa Program Magister (S2) Dafiq dan Leonita.

Melalui model co-supervision tersebut, para mahasiswa memperoleh pendampingan komprehensif yang mencakup evaluasi desain penelitian, penyempurnaan metodologi, penguatan analisis statistik dan interpretasi data, identifikasi kebaruan ilmiah (scientific novelty), hingga penyusunan strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
“Model joint supervision ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif multidisiplin dari bidang biologi, teknologi mikroalga, rekayasa bioproses, dan akuakultur berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kualitas penelitian dan mempercepat penyelesaian studi,” ujar Prof. Sapto P. Putro.
Selain penguatan akademik, program ini juga memperkuat kerja sama kelembagaan melalui audiensi dengan pimpinan FSM Undip, benchmarking teknologi di PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), serta penyusunan rencana kolaborasi jangka panjang antara Universitas Diponegoro, Universiti Putra Malaysia, dan mitra industri.
Kolaborasi tersebut menghasilkan kesepahaman untuk mengembangkan paket penelitian bersama, penyusunan proposal hibah internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, implementasi publikasi bersama, serta penguatan program joint supervision sebagai model pendidikan pascasarjana bertaraf internasional yang berkelanjutan.
Sebagai luaran akademik, program ini berhasil memperkuat kapasitas penelitian dosen dan mahasiswa melalui penyusunan paket manuskrip yang ditargetkan terbit pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, pengembangan roadmap penelitian kolaboratif, serta perluasan jejaring internasional di bidang bioteknologi mikroalga, pakan akuakultur berprotein tinggi, dan akuakultur berkelanjutan.
Pelaksanaan Program Joint Supervision under EQUITY WCU 2026 ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian indikator QS World University Rankings, khususnya pada aspek International Research Network (IRN), International Faculty Ratio (IFR), produktivitas riset, dan sustainability. Selain itu, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Laut), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). she

