SEMARANG (Jatengdaily.com)– Mahkota Enterprise kembali menggelar Mahkota Wedding Expo 2026. Pameran pernikahan yang berlangsung selama tiga hari, Kamis sampai Sabtu (24-26/7/2026) tersebut menghadirkan sekitar 50 vendor pernikahan dari berbagai daerah.
Direktur Mahkota Enterprise, Joseph Indra Suryajaya mengatakan Mahkota Wedding Expo merupakan agenda tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2001.
Dengan penyelenggaraan yang dilakukan secara rutin, bahkan dalam beberapa tahun digelar lebih dari satu kali, Mahkota Enterprise telah menggelar lebih dari 26 kali pameran dan diperkirakan mencapai sekitar 30 kali penyelenggaraan.
“Sejak tahun 2001 kami rutin menyelenggarakan Mahkota Wedding Expo. Kalau dihitung, sudah lebih dari 26 kali, bahkan mungkin sekitar 30 kali karena ada tahun-tahun tertentu kami menggelar dua kali pameran,” ujar Indra.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini memiliki keistimewaan karena untuk pertama kalinya Mahkota Wedding Expo digelar di Mall 23 Semarang.
“Ini pertama kalinya kami mengadakan wedding expo di Mall 23 Semarang. Kami menghadirkan sekitar 50 booth vendor dalam pameran ini,” katanya.
Berbeda dengan konsep pameran sebelumnya yang lebih fokus menyasar calon pengantin, penyelenggaraan di pusat perbelanjaan membuat jangkauan Mahkota Wedding Expo menjadi lebih luas.
Pengunjung yang datang ke mall untuk berbelanja, makan, maupun sekadar berjalan-jalan juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai kebutuhan pernikahan dan acara lainnya.
Indra menjelaskan, sekitar 50 vendor yang berpartisipasi menawarkan berbagai kebutuhan, mulai dari wedding organizer, dekorasi, venue, catering, busana pengantin, foto dan video, hingga kue pernikahan dan perhiasan (termasuk pastinya untuk cincin pernikahan).
Vendor yang hadir tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Magelang, Karanganyar, hingga Jakarta.
Keberagaman peserta membuat pengunjung memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.
“Vendor yang hadir cukup bervariasi dan lengkap. Ada yang melayani konsep pernikahan internasional maupun tradisional. Jadi masyarakat bisa mendapatkan berbagai pilihan dalam satu lokasi, termasuk harganya pun bervariasi,” jelasnya.
Mahkota Enterprise juga memberikan sejumlah program promosi selama pameran. Pengunjung berkesempatan memperoleh potongan harga, bonus tambahan, paket khusus, hingga hadiah langsung dari vendor peserta.
Salah satu program yang ditawarkan adalah promo “Dikadosun”. Pengunjung yang melakukan transaksi pada minimal tiga vendor berkesempatan mendapatkan hadiah langsung yang dapat dipilih dari sejumlah produk yang disediakan.
“Di pameran, konsumen bisa mendapatkan promo dan diskon dari masing-masing vendor. Selain itu, melalui program ”Dikadosun”, mereka yang bertransaksi di minimal tiga vendor bisa mendapatkan hadiah langsung,” kata Indra.
Ia menilai konsep pameran dalam satu lokasi memberikan efisiensi bagi calon pengantin. Mereka dapat membandingkan berbagai vendor secara langsung, baik dari sisi layanan, produk, maupun harga di tempat pameran.
“Daripada datang ke vendor satu per satu, masyarakat bisa datang ke sini dan mendapatkan banyak informasi sekaligus. Mereka bisa membandingkan vendor dekorasi, foto, catering, dan kebutuhan lainnya secara langsung,” ungkapnya.
Menurut Indra, sebagian pengunjung Mahkota Wedding Expo bahkan telah mempersiapkan pernikahan untuk akhir 2026 maupun tahun berikutnya. Namun, tidak sedikit pula pengunjung yang datang untuk melengkapi kebutuhan pernikahan yang sudah semakin dekat. Selain untuk pernikahan, masyarakat yang datang juga bisa memesan kebutuhan misal seperti catering, untuk hajatan lain seperti pesta khitanan dan lainnya.
“Persiapan wedding biasanya dilakukan jauh-jauh hari. Ada yang sudah merencanakan untuk tahun depan, tetapi ada juga yang pernikahannya sudah dekat dan masih mencari beberapa kebutuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan vendor yang mengikuti pameran juga dilakukan secara selektif. Mahkota Enterprise tidak hanya mempertimbangkan keikutsertaan vendor, tetapi juga memperhatikan latar belakang, pengalaman, serta rekam jejak vendor.
“Tidak semua vendor langsung kami terima. Kami juga memperhatikan background dan durasi pengalaman mereka. Biasanya vendor yang ikut sudah kami kenal dan memiliki rekam jejak yang baik,” pungkasnya. she



