DEMAK (Jatengdaily.com)– Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kembali menjadi perhatian dunia internasional. Sebanyak 35 mahasiswa mancanegara yang mengikuti program Summer Course Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) bertema “City and Energy” berkunjung ke desa pesisir tersebut untuk mempelajari berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat pada 21 Juli 2026.Rombongan mahasiswa disambut Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, di Balai Desa sebelum diajak melihat langsung sejumlah program unggulan desa. Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mengenai pemanfaatan energi terbarukan dan solusi lingkungan yang diterapkan di kawasan pesisir yang terdampak rob.
Perjalanan diawali dengan menyusuri Jembatan Glodak yang menjadi ikon sekaligus daya tarik tersendiri bagi para tamu dari berbagai negara. Dari lokasi tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi geografis Desa Banjarsari serta tantangan yang dihadapi masyarakat akibat perubahan lingkungan.
Uniknya, rombongan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik desa didampingi juga oleh Ketua TP PKK Desa Banjarsari Anna Haryanto sebagai translator. Di lokasi itu, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata menuju penggunaan energi bersih.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke fasilitas desalinasi. Teknologi tersebut mampu mengolah air asin menjadi air layak konsumsi, sehingga menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih warga di kawasan pesisir yang selama ini menghadapi intrusi air laut.
Antusiasme para peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengaku terkesan karena desa yang masih berstatus sebagai desa tertinggal dengan Indeks Desa sebesar 53,39 justru mampu menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Wow, dari desa yang dikategorikan termiskin ini ternyata lahir begitu banyak ide dan inovasi. Ini sangat menginspirasi,” ujar salah seorang peserta, Keth dari Hawaii, Amerika Serikat.
Ia mengaku senang dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah desa mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menjawab persoalan lingkungan dan kebutuhan warganya.
Program PLTS dan desalinasi yang dikembangkan Desa Banjarsari menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Berbekal semangat pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan energi terbarukan, desa pesisir di Kecamatan Sayung itu kini menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa dari berbagai negara sekaligus contoh pengembangan desa yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. rie-she



