SEMARANG (Jatengdaily.com)– Keharuan dan rasa bangga mewarnai gelaran Wisuda Universitas Diponegoro (Undip) ke-183. Di antara ribuan wisudawan yang dilantik, terselip kisah perjuangan penuh inspirasi dari Marsya Wijayanti, seorang fresh graduate Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi Undip. Putri bungsu dari seorang penjual kue tenongan di kawasan Jalan Pemuda Semarang ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi berprestasi.
Tumbuh besar di Kota Semarang sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, Marsya menyaksikan langsung kegigihan sang ibu yang setiap hari berjuang mengais rezeki dengan berjualan kue tradisional, gorengan hingga nasi bungkus menggunakan tenongan di sekitar kawasan perkantoran Balaikota dan Jalan Pemuda. Dedikasi serta pengorbanan tanpa lelah dari ibunda tercinta menjadi pemantik semangat utama bagi Marsya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya di kampus impian.
“Saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua atas doa, kasih sayang, dan pengorbanan yang tidak pernah berhenti. Dukungan mereka, beserta bantuan beasiswa yang saya terima, menjadi motivasi yang sangat berarti dalam perjalanan studi saya,” ungkap Marsya.
Sejak awal, Marsya memantapkan pilihannya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Diponegoro. Selain karena reputasi kelembagaan yang unggul dan kualitas pendidikan yang teruji, Undip memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk berkembang di bidang akademik maupun nonakademik. Pilihannya jatuh pada Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi karena ketertarikannya yang mendalam terhadap efisiensi rantai pasok dan pengelolaan distribusi barang.
Marsya meyakini bahwa sektor logistik memegang peranan krusial dalam menopang industri nasional serta menawarkan prospek karier yang sangat luas di masa depan. Selama masa perkuliahan, perjalanan Marsya tak lepas dari tantangan, mulai dari adaptasi dengan beban akademik yang padat, penyelesaian tugas-tugas terapan, hingga manajemen waktu antara kegiatan perkuliahan dan keluarga.
Bagi Marsya, keberhasilannya menyelesaikan studi hingga meraih gelar sarjana terapan tak lepas dari peran beasiswa yang didapatkannya. Bantuan Beasiswa tidak hanya meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga memacunya untuk mempertahankan prestasi akademik dan memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab.
Menatap masa depan pasca lulus, Marsya berkomitmen untuk segera mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya secara profesional di dunia kerja logistik, terus berinovasi, serta membanggakan kedua orang tua yang telah mengantarkannya hingga titik ini. Ia juga menyampaikan harapannya agar Universitas Diponegoro terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan melahirkan lulusan berintegritas tinggi yang siap menjawab tantangan global. she



