By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Seminar Internasional UIN Walisongo, Profesor AS Ungkap Keistimewaan Islam Indonesia
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Seminar Internasional UIN Walisongo, Profesor AS Ungkap Keistimewaan Islam Indonesia

Last updated: 12 Agustus 2026 07:08 07:08
Jatengdaily.com
Published: 12 Agustus 2026 07:08
Share
Rektor UIN Walisongo Prof Dr Musahadi dan Kaprodi Studi Islam Prof Dr Ahmad Izzuddin Mag foto Bersama dengan President of American Istitut for Indonedian Studies, dari Boston University Amerika Serikat Prof. Dr. Robert W Hefner Prof. Sumanto Al-Qurtuby, PhD dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Prof Dr Muhyar Fanani dalam ’International Seminar on Indonesian Islam and Global Affairs’’ di auditorium Rektorat UIN Walisongo Semarang, Senin (10/8). Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – President of American Institut for Indonedian Studies, dari Boston University Amerika Serikat Prof. Dr. Robert W Hefner mengaku kagum dengan peranan Ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam membangun karakter moderat dan terbuka di Indonesia.

‘’Sebagai organisasi masyarakat terbesar di dunia, saya belum menemukan asosiasi agama yang fokus memberikan pelayanan sosial seperti Pendidikan, Kesehatan dan lain-lain tidak fokus kepada politik,’’ kata Prof Hefner.

Ia mengatakan hal itu dalam ‘’International Seminar on Indonesian Islam and Global Affairs’’ di auditorium Rektorat UIN Walisongo Semarang, Senin (10/8).

Ketua Program Studi Studi Islam Pascasarjana UIN Walisongo Prof.Dr.Ahmad Izzuddin, M.Ag menjelaskan, seminar yang diikuti peserta dari Timor Leste, Singapura, Malaysia dan berbagai kampus perguruan tinggi di Indoesia selain Prof. Dr. Robert W Hefner juga menghadirkan pembicara Prof. Sumanto Al-Qurtuby, PhD, Oxford Centre for Christian-Muslim Studies. Sumanto menjadi dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Prof Dr Muhyar Fanani dengan moderator Dr. Agus Nurhadi, MA,Sekretaris Program Doktor Studi Islam UIN Walisongo.

Prof. Hefner mengenang perjalanan penelitiannya sejak dekade 1980-an ketika melakukan penelitian lapangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu basis penting Nahdlatul Ulama. Melalui penelitian tersebut, ia banyak berinteraksi dengan para tokoh NU maupun Muhammadiyah.

Menurutnya, kedua organisasi tersebut memiliki kontribusi besar dalam membentuk wajah Islam Indonesia yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman. NU dan Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan penguatan nilai demokrasi.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman kedua organisasi tersebut memberikan gambaran bagaimana Islam dapat berperan aktif dalam kehidupan publik tanpa kehilangan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan.
Lebih lanjut, Prof. Hefner menyampaikan bahwa banyak pihak internasional tertarik mempelajari Indonesia karena pengalaman Islam Indonesia menawarkan perspektif yang berbeda dalam kajian Islam global.

Dalam berbagai konferensi internasional, ia sering mendapatkan pertanyaan mengapa Indonesia menjadi tempat penting untuk memahami isu Islam, pembangunan, modernitas, demokrasi, dan kehidupan sosial. Menurutnya, pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia mulai mendapatkan perhatian lebih besar di tingkat dunia.

Ia menilai bahwa Islam Indonesia dapat menjadi salah satu contoh bagaimana agama, demokrasi, pendidikan, dan keberagaman dapat berjalan secara bersamaan.

Melalui International Seminar on Indonesian Islam and Global Affairs, Prof. Hefner berharap kajian mengenai Islam Indonesia terus dikembangkan dalam ruang akademik internasional.

Menurutnya, pengalaman Indonesia memiliki nilai penting untuk memperkaya diskursus global mengenai masa depan dunia Islam.

Timur Tengah
Mengenai komnflik di beberapa negara di Kawasan Timur Tengah Guru Besar dan akademisi bidang studi agama serta hubungan antaragama, Prof. Sumanto Al Qurtuby, M.A., Ph.D. mengatakan, memahami konflik Timur Tengah membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan tidak dapat disederhanakan hanya sebagai persoalan agama.

Menurutnya, berbagai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah memiliki akar persoalan yang sangat kompleks, meliputi aspek politik, geopolitik, sejarah, ekonomi, etnis, migrasi, serta kepentingan internasional.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia sering kali melihat konflik Timur Tengah melalui perspektif agama semata. Berbagai isu seperti konflik Palestina-Israel, konflik sektarian, maupun persoalan politik kawasan sering dikaitkan langsung dengan dimensi keagamaan.

Padahal, realitas konflik di Timur Tengah jauh lebih luas dan melibatkan banyak faktor yang saling berkelindan.

“Konflik Timur Tengah sangat problematik dan kompleks. Tidak mudah menjelaskan konflik di kawasan tersebut hanya dari satu sudut pandang, terutama hanya melalui pendekatan agama,” kata guru besar alumni IAIN Walisongo itu.

Menurutnya, pemahaman yang lebih mendalam mengenai Timur Tengah harus dimulai dengan melihat karakter kawasan tersebut secara utuh. Timur Tengah, kata dia, bukan hanya identik dengan bangsa Arab, tetapi merupakan wilayah yang dihuni oleh berbagai kelompok etnis dan komunitas dengan latar belakang sejarah yang beragam.

Rektor UIN Walisongo Prof Dr Musahadi Ketika membuka seminar mengatakan, Islam Indonesia memiliki pengalaman penting yang dapat memberikan kontribusi global, terutama melalui nilai wasathiyah (moderasi Islam) dan unity of sciences (integrasi keilmuan). Moderasi Islam, menurutnya,

menunjukkan bahwa nilai agama, demokrasi, dan pluralisme dapat berjalan secara harmonis.

Selain itu, pendekatan integrasi keilmuan diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan global melalui kolaborasi antara ilmu agama, sosial, politik, hukum internasional, dan disiplin ilmu lainnya.

“Universitas harus menjadi laboratorium intelektual untuk memahami persoalan nyata, menghasilkan penelitian, dan memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah global,” katanya.

Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Prof Dr Muhyar Fanani mengatakan, Seminar internasional diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Walisongo untuk memperkuat tradisi akademik yang terbuka, kritis, dan berwawasan global.

Di tengah berbagai dinamika dunia saat ini, kajian mengenai Islam Indonesia menjadi semakin relevan karena menawarkan pengalaman, nilai, dan praktik keberagamaan yang mampu berdialog dengan isu-isu global seperti toleransi, perdamaian, demokrasi, dan kemanusiaan.

‘’Melalui seminar ini, kami berharap terbangun ruang pertukaran gagasan antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan para pemangku kepentingan. Kehadiran para narasumber yang memiliki kepakaran dan pengalaman internasional diharapkan dapat memperkaya perspektif kita sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik, baik dalam penelitian, publikasi ilmiah, maupun pengembangan jejaring internasional,’’ katanya. St

You Might Also Like

Waspadai, Pesisir Selatan Pulau Jawa Potensi Gelombang Tinggi 6 Meter
Netral di Pemilu 2024, LDII Tolak Politik Identitas
Wadirreskrimsus Polda Jateng Saprodin Peroleh Gelar Profesor Kehormatan dari Unissula
KPU Boyolali Siapkan Skenario Pilkada di Pengungsian Merapi
Mbak Ita Dorong Korban Kekerasan Seksual Berani Melapor, Cukup Gunakan Aplikasi Kentongan Digital
TAGGED:Profesor AS Ungkap Keistimewaan Islam IndonesiaSeminar Internasional UIN Walisongo
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?